![]() |
MURATARA, SP - Alim ulama di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meminta pada Bakal Calon Bupati (Balon) dalam berpoli di Pilkada 2020-2024 dengan niat yang baik, Senin (23/08).
Hal itu disampaikan oleh, Ustad H. Inayatullah saat dibincangi awak media usai menunaikan ibadah salat di Masjid Suhadak Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, kemarin.
Menurut ia, jika para politisi berpolitik dengan positif maka menghantarkan kebaikan bagi orang banyak dan politik itu bisa dikatakan suci.
"Maka kami meminta agar para calon nantinya dapat berpolitik dengan baik dan memulai politik dengan niant yang baik pula" kata H. Hinayatullah.
Selain itu, dirinya mengingatkan bagi Balon Bupati dan Wakil Bupati dalam menarik simpatisan masyarakat dengan cara yang baik dan tidak menebarkan kebencian yang dapat memecah belahkan kerukunan masyarakat. "Sehingga hasil politik dapat menimbulkan kemuslahatan bagi masyarakat banyak," jelas ia.
Bahkan iasampaikan, rahilah simpatisan dan hati masyarakat Muratata dengan program-program pembangunan (Pendidikan, Insfrastruktur, Kesehatan dan Keagamaan). Namun bukan dengan membuka aib lain serta menjelek-jelekan lawan politik.
"Karena jika politik Pilkada dihasilkan dengan niat tidak baik, maka hasilnya bukan bukanlah kemuslahatan melainkan kemudaratan," tegasnya.
Dilanjutkanya, dalam berpolitik saat berkampanye sudah menjelek-jelekan lawan dan melakukan Black Camping, Calon tersebut patut dipertanyakan ?.., "sebab 5 tahun kedepan kita tergantung pemimpin yang terpilih cara memimpinya demi kemakmuran masyarakat Muratara," jelas ia.
Untuk itu, demi menghindari hal tersebut diminta para Balon Bupati dan Wakil Bupati dapat berpolitik dengan baik dan niat yang baik. Dan ajak tim pendukung jangan saling mencaci maki serta membuka aib. "Karena apabila kita membuka aib orang lain maka Allah akan membuka seribu keburukannya" jelasnya.
Bahkan Ustad H. Inayatullah mengingatkan pada masyarakat umum di Kabupaten Muratara dapat memfaatkan media sosial dengan baik. "Kepada masyarakat agar memanfaatkan sosial media dengan baik, dan dalam memperdagangkan dukungannya dengan santun, serta menjauhi kegiatan Black camping," tutupnya.(zm)
