Notification

×

Tag Terpopuler

Generasi Milenial Perlu Memaknai Tragedi Berdarah 30 September

Tuesday, September 24, 2019 | Tuesday, September 24, 2019 WIB Last Updated 2019-09-24T05:23:24Z
Foto Gerakan 30 September (foto/net)

PALEMBANG, SP - Momentum September ini kembali kita diingkatkan dengan sejarah, yang tak boleh dilupakan oleh Bangsa Indonesia. Era milenial dengan generasi era disrubtion 4.0 memang perlu diingatkan tentang tragedi berdarah 30 September yang dialami bangsa Indonesia. Agar tak lupa hiruk pikuk dunia belakangan ini Sejenak generasi muda memang perlu terbelalak oleh sejarah, agar rasa penghormatan terhadap pejuang semakin kuat.

Sebuah bulan tragedi berdarah Gerakan 30 September atau yang kini trend disebut G30SPKI oleh kekejian Partai Komunis. Bahkan belum lama ini disebut-sebut akan ada kebangkitan Neo PKI.

Ya, bulan September memang kita diingatkan selalu dalam momentum tentang sebuah gerakan yang akan memecahbelah NKRI. Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30SPKI memang sebuah gerakan idiologi yang melawan NKRI yang harus dicegah,”ungkap kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM.

Bagi generasi muda harus tahu dan paham mengenai sejarah pejuang. G30SPKI merupakan bukti kekejaman yang harus dihindari dengan tumbuhnya Neo PKI. Agar jangan sampai peristiwa berdarah itu kembali terulang lagi.

Zulinto mengatakan, Bagi sekolah silahkan jika ingin menonton film G30SPKI tapi harus dengan pendampingan, diberikan pemahaman agar jiwa nasionalisme tetap terjaga.
Ditambahkan Kepala Bidang SMP Disdik Palembang Drs. H.Herman Wijaya, M.Si Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetaplah harga mati. Tak ada yang harus diragukan. Dan siapapun yang akan memecah belah NKRI haruslah diberantas. Apalagi tumbuhnya Neo PKI.

Generasi muda jangan hanya sibuk dengan hedonisme, tapi juga harus paham sejarah hangsa Indoensia yang yang hanya dibangun dari setetes darah. G30SPKI memang bukti sejarah kekejaman idiologi Partai Komunis Indonesia (PKI),”tegasnya.

Selain itu lanjutnya, semua sejarah di Indonesia memang perlu dipahami karena banyak pejuang yang sangat keras berjuang untuk memperjuangkan dan mempertahankan berdirinya Merah Putih. Karena bangsa yang besar asalah bangsa yang menghargai sejarah

Senada yang dikatakan, Kepala SMK Negeri 5 Palembang Drs. H. Zulfikri, M.Pd, menurutnya, Bangsa yang besar memang bangsa yang menghargai pejuang, mengingat sejarah serta menyampaikan kepada para generasi muda. Karena memperjuangkan dan mempertahankan NKRI membutuhkan perjuangan yang keras.

Momen bulan ini memang mengingatkan kita pada Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia atau disebut G30SPKI. Harus diingatkan oleh para generasi muda agar tumbuh jiwa patriotism,”ujarnya.

Dia mengatakan, Film PKI memang perlu ditonton untuk mengingatkan kembali generasi muda agar tumbuh dan kuat rasa cinta bangsa Indonesia. Karena pejuang pun sampai diculik dan dibunuh dalam tragedi ini. Akan tetapi film ini tentu harus didampingi agar goal yang ingin dicapai bagi generasi muda sesui harapan. Jangan sampai jiwa radikal nya yang tumbuh.

Kepala SMA Negeri 6 Palembang Maryati mengatakan, Momentum G30SPKI memang perlu diingatkan kembali. Sejarah memang wajib diberikan kepada para pelajar sebagai aset bangsa. Terutama jiwa nasionalisme yang harus perlu dirawat.

Selain itu, generasi muda perlu dibentengi dengan ilmu agama karena ilmu agama sangat penting menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Karena ilmu agama mengatur semuanya.

Pelajar harus tahu memang tentang sejarah. Sejarah apapun, termasuk sejarah pejuang. Sejarah G30SPKI dan sejarah perjuangan para pejuang menjaga NKRI,”tegasnya.

Begitu juga dikatakan, Kepala MTs Negeri 1 Palembang  Tugino, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetaplah harga mati. Tak bisa ditawar lagi. Dan Neo PKI haruslah diberantas agar idiologinya tak tumbuh dan memberi pengaruh negatif.

Anak-anak kita perlu kembali diingatkan mengenai sejarah ini. Sejarah dimana pejuang kita dibantai dengan proses penculikan. Dan jelas ini merupakan hal yang menghilangkan rasa kemanusiaan,”katanya.

Dan pelajar memang harus ingat sejarah. Sejarah kemerdekaan hingga sejarah tragedi-tragedi. Baik perjuangan bangsa melawan penjajah, hingga kekejaman Partai Komunis.

Hal yang sama juga dikatakan, Kepala SD Negeri 143 Palembang Rismawati menurutnya, Sejarah G30SPKI memang perlu diajarkan kembali kepada generasi muda terutama pelajar. Sejak dini pun ia harus memahami bahwa pahlawan bangsa kita pernah dibunuh secara keji.

Harapan kita adalah jiwa nasionalisme mereka harus tertanam sejak dini. Jangan sampai Neo PKI kembali bangkit merong-rong generasi muda melalui berbagai cara.

Oleh karena nya perlu adanya pendampingan pemahaman kepada anak-anak pelajar. Jika harus menonton pendampingan adalah hal wajib agar bukan radikal nya yang tumbuh tapi jiwa nasionalisme yang harus dikuatkan,”ujarnya. (Raf)
×
Berita Terbaru Update