![]() |
| Foto Gerakan 30 September (foto/net) |
PALEMBANG, SP - Momentum September ini kembali kita diingkatkan dengan sejarah,
yang tak boleh dilupakan oleh Bangsa Indonesia. Era milenial dengan generasi
era disrubtion 4.0 memang perlu diingatkan tentang tragedi berdarah 30 September
yang dialami bangsa Indonesia. Agar tak lupa hiruk pikuk dunia belakangan ini Sejenak generasi muda memang
perlu terbelalak oleh sejarah, agar rasa penghormatan terhadap pejuang semakin
kuat.
Sebuah bulan tragedi berdarah Gerakan 30 September atau yang kini
trend disebut G30SPKI oleh kekejian Partai Komunis. Bahkan belum lama ini
disebut-sebut akan ada kebangkitan Neo PKI.
“Ya, bulan September memang kita diingatkan selalu dalam momentum
tentang sebuah gerakan yang akan memecahbelah NKRI. Gerakan 30 September Partai
Komunis Indonesia atau G30SPKI memang sebuah gerakan idiologi yang melawan NKRI
yang harus dicegah,”ungkap kepala Dinas Pendidikan Kota
Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM.
“Bagi generasi muda harus tahu dan paham mengenai sejarah pejuang.
G30SPKI merupakan bukti kekejaman yang harus dihindari dengan tumbuhnya Neo
PKI. Agar jangan sampai peristiwa berdarah itu kembali terulang lagi.
Zulinto mengatakan, Bagi sekolah silahkan jika
ingin menonton film G30SPKI tapi harus dengan pendampingan, diberikan pemahaman
agar jiwa nasionalisme tetap terjaga.
Ditambahkan Kepala Bidang SMP Disdik Palembang Drs. H.Herman
Wijaya, M.Si Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetaplah harga mati. Tak
ada yang harus diragukan. Dan siapapun yang akan memecah belah NKRI haruslah
diberantas. Apalagi tumbuhnya Neo PKI.
“Generasi muda jangan hanya sibuk dengan hedonisme, tapi juga harus
paham sejarah hangsa Indoensia yang yang hanya dibangun dari setetes darah.
G30SPKI memang bukti sejarah kekejaman idiologi Partai Komunis Indonesia (PKI),”tegasnya.
Selain itu lanjutnya, semua sejarah di Indonesia memang perlu
dipahami karena banyak pejuang yang sangat keras berjuang untuk memperjuangkan
dan mempertahankan berdirinya Merah Putih. Karena bangsa yang besar asalah
bangsa yang menghargai sejarah
Senada yang dikatakan, Kepala SMK Negeri 5
Palembang Drs. H. Zulfikri, M.Pd, menurutnya, Bangsa yang besar memang
bangsa yang menghargai pejuang, mengingat sejarah serta menyampaikan kepada
para generasi muda. Karena memperjuangkan dan mempertahankan NKRI membutuhkan
perjuangan yang keras.
“Momen bulan ini memang mengingatkan kita pada Gerakan 30 September
oleh Partai Komunis Indonesia atau disebut G30SPKI. Harus diingatkan oleh para
generasi muda agar tumbuh jiwa patriotism,”ujarnya.
Dia mengatakan, Film PKI memang perlu
ditonton untuk mengingatkan kembali generasi muda agar tumbuh dan kuat rasa
cinta bangsa Indonesia. Karena pejuang pun sampai diculik dan dibunuh dalam
tragedi ini. Akan tetapi film ini tentu harus didampingi agar goal yang ingin
dicapai bagi generasi muda sesui harapan. Jangan sampai jiwa radikal nya yang
tumbuh.
Kepala SMA Negeri 6 Palembang Maryati
mengatakan, Momentum
G30SPKI memang perlu diingatkan kembali. Sejarah memang wajib diberikan kepada
para pelajar sebagai aset bangsa. Terutama jiwa nasionalisme yang harus perlu
dirawat.
Selain itu, generasi muda perlu dibentengi dengan ilmu agama
karena ilmu agama sangat penting menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa
Indonesia. Karena ilmu agama mengatur semuanya.
“Pelajar harus tahu memang tentang sejarah. Sejarah apapun,
termasuk sejarah pejuang. Sejarah G30SPKI dan sejarah perjuangan para pejuang
menjaga NKRI,”tegasnya.
Begitu juga dikatakan, Kepala MTs Negeri 1
Palembang Tugino, Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) tetaplah harga mati. Tak bisa ditawar lagi. Dan Neo PKI
haruslah diberantas agar idiologinya tak tumbuh dan memberi pengaruh negatif.
“Anak-anak kita perlu kembali diingatkan mengenai sejarah ini.
Sejarah dimana pejuang kita dibantai dengan proses penculikan. Dan jelas ini
merupakan hal yang menghilangkan rasa kemanusiaan,”katanya.
Dan pelajar memang harus ingat sejarah. Sejarah kemerdekaan hingga
sejarah tragedi-tragedi. Baik perjuangan bangsa melawan penjajah, hingga
kekejaman Partai Komunis.
Hal yang sama juga dikatakan, Kepala SD Negeri 143
Palembang Rismawati menurutnya, Sejarah G30SPKI memang perlu diajarkan kembali
kepada generasi muda terutama pelajar. Sejak dini pun ia harus memahami bahwa
pahlawan bangsa kita pernah dibunuh secara keji.
Harapan kita adalah jiwa nasionalisme mereka harus tertanam sejak
dini. Jangan sampai Neo PKI kembali bangkit merong-rong generasi muda melalui
berbagai cara.
“Oleh karena nya perlu adanya pendampingan pemahaman kepada
anak-anak pelajar. Jika harus menonton pendampingan adalah hal wajib agar bukan
radikal nya yang tumbuh tapi jiwa nasionalisme yang harus dikuatkan,”ujarnya. (Raf)
