![]() |
BANYUASIN, SP - Kebakaran hutan dan lahan diwilayah Bumi Sedulang Setudung terus saja terjadi di Banyuasin. Terpantau kemarin, sebaran titik panas (hotspot) di Banyuasin sebanyak 94 hotspot.
Kepala BPBD Kesbangpol Banyuasin Ir Alpian, MM melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Pahrurrozi menyebutkan tim pemadam api terus berupaya memadamkan lahan yang terbakar. “Kemarin terpantau 94 titik api di Banyuasin. Tim pemadam api terus berupaya memadamkan api dilapangan,” ujar dia.
Menurut dia, hotspot sempat berkurang lantaran bumi Sedulang Setudung diguyur hujan. “Sebelumnya memang sempat berkurang, namun sekarang semakin banyak. Bukan di Banyuasin saja beberapa kabupaten lain di Sumsel juga tinggi terbanyak di OKI yakni 437 hotspot,” kata dia.
Dampak dari kebaran hutan dan lahan tersebut kualitas udara di Banyuasin semakin tidak sehat. Bahkan jarak pandang terbatas hanya 100 meter. Pemilik transfortasi air terpaksa menunda perjalanan menunggu kabut asap menipis.
Bahkan Kepala DLH Banyuasin Ir H Izromaita MSi menyebut jika udara di Banyuasin sudah tidak sehat. “Dari kasat mata udara memang tidak sehat, tentunya kami imbau kurangi aktifitas diluar ruangan,’ harap dia.
Kabut asap tebal tersebut, sekolah di Kecamatan Banyuasin III diliburkan. Namun hal itu tidak berlaku bagi sekolah di Kecamatan Air Saleh. Sekolah disana tetap belajar seperti biasanya.
“Untuk saat ini belum ada sekolah yang libur. Kami kalau memang kabut asap darurat statusnya membahayakan sekolah bisa meliburkan anak didiknya sebab itu memang ada aturannya. Namun untuk saat ini sekolah disini tetap belajar seperti biasa,” ujar Korwil Pendidikan Air Saleh Nuryanto, kemarin. (Adm)
