- Menu ala Korea Cuma Rp 99 Ribu
PALEMBANG, SP -- Menikmati barbeque bersama teman atau keluarga, rasanya sayang jika melewatkan menu yang disajikan gerai Pochajjang. Gerai yang terletak di jalan Sumpah Pemuda Blok J3 Kampus Palembang ini menyediakan menu ala korea dengan harga Rp 99 ribu. Konsumen bisa puas menikmati daging bakar sepuasnya dan pembakaran langsung di meja makan.
"Poch artinya tenda, jjang artinya terbaik kalau dalam Bahasa Korea. Kami mengambil konsep restoran kaki lima di Korea Selatan, untuk kota Palembang sendiri, ini yang pertama," kata Hendri, Manager Pochajjang Palembang saat ditemui di gerainya, belum lama ini.
Hendri menambahkan, Pochajjang diluncurkan lantaran melihat harga makanan Korea khususnya daging panggang ala Korea dijual dengan harga yang cukup mahal di Palembang.
Oleh karena itu, harga yang ditawarkan oleh Pochajjang memang cukup bersahabat. Dengan menawarkan konsep makan daging All You Can Eat (AYCE) gaya Korea yang halal. Ada paket Premium Beef seharga Rp 99.000++ untuk daging sapi premium dan paket Wagyu Rp 129.900++ untuk daging sapi wagyu.
"Layaknya restoran ala Korea Selatan tersedia juga banchan atau makanan kecil pembuka yang terdiri dari ayam goreng karage, japchae atau bihun goreng ala korea dan pajeon (dadar sayur ala korea),"jelasnya.
Selain itu, Konsumen juga diperbolehkan mengambil banchan, nasi, sayur selada, dan minuman yang terdiri dari lemon tea dan blackcurrant tea sepuasnya.
Sementara itu, Renni Apriansyah, Asst Manager menambahkan untuk pilihan daging dalam menu premium sendiri terdiri dari enam rasa untuk daging premium yakni bulgogi dengan cita rasa manis, honey soy lebih manis dari bulgogi, spicy bulgogi yang pedas, kalbi manis pedas dan black pepper yang pedas lada. Bagian daging sapi yang digunakan adalah bagian perut dan tersedia juga chicken BBQ.
"Daging premium dimarinasi sehingga sangat lembut dan mudah dikunyah sehabis dipanggang sebentar di atas kompor yang tersedia di meja konsumen,"kata Renni.
Sedangkan untuk daging wagyu tersedia dalam dua pilihan rasa, yakni orisinal dan bulgogi. Dan ada daging saikoro yang dipotong - potong kotak dengan variant rasa orisinal, berbeda dengan daging premium, lantaran daging wagyu sudah dipotong tipis dan tekstur daging yang lembut.
Menyantap Pochajjang, cita rasa disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
Misalnya bulgogi yang terasa manis atau kimchi dengan rasa yang cukup pedas tetapi kurang asam. Namun demikian tetap tersisa cita rasa Korea dalam makanan. "Untuk bersantap di Pochajjang, pengunjung diberi batasan waktu 90 menit. Silahkan ambil daging sesuai porsi yang bisa dihabiskan. Sebab Pochajjang menerapkan aturan jika makanan tidak habis dikenakan denda Rp 50.000 per seratus gram," katanya.
Masih kata Renni, Jika anda sering menonton drama Korea Selatan, tampilan Pochajjang memang tidak asing. Ada banyak meja bundar ukuran sedang dikelilingi bangku bundar bekas kaleng cat, dan di atas meja terdapat kompor portable dengan panggangan. Dan dengan halaman depan yang cukup lebar ditutupi tenda plastik warna oranye.
"Walaupun waralaba, kami menjamin kualitas dan rasa karena bahan-bahan yang digunakan semua lokal kecuali untuk wagyu, sehingga mudah didapat dan simpel,"katanya. (dkd).