Suhaimi Dilantik sebagai Ketua Perhumasri Sumsel Periode 2020-2023


PALEMBANG, SP - Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI) menyelenggarakan Seminar Nasional PERHUMASRI 2020 dengan Tema “Leadership Peran Kunci Kehumasan Rumah Sakit” sekaligus pelantikan Pengurus PERHUMASRI Wilayah Sumatera Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta Periode Tahun Pertama digelar di Rumah Sakit Moehammad Husin (RSMH) Palembang, Sabtu (14/11/2020). 

Ketua Umum PERHUMASRI Anjari Umarjiyanto, S.Kom, SH, MARS dalam sambutannya mengatakan, dalam membangun citra suatu instansi tentu tidak lepas dari peran humas.

 ‘’Humas merupakan aktivitas mengelola komunikasi antara organisasi, instansi, perusahaan dengan public. Tujuannya untuk membangun dan menjaga saling pengertian antara keduanya,’’ ujarnya. 

Menurutnya, citra merupakan sesuatu yang sangat penting bagi instansi atau perusahaan. Jika perusahaan memiliki citra yang baik maka akan berdampak baik pula pada perkembangan perusahaan. 

‘’Reputasi dan prestasi yang baik adalah hal yang ingin dicapai oleh perusahaan melalui kegiatan kehumasan," jelasnya.  

Sementara itu, Akhmad Suhaimi ketua pengurus PERHUMASRI Sumsel mengatakan, peran penting Humas sangat dibutuhkan dalam menghadapi, mengatasi, membendung, memulihkan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan yang dilakukan oleh instansi. 

Sebab Humas merupakan ujung tombak dalam program atau kegiatan yang dilakukan di rumah sakit.

"Baik itu kegiatan bersifat institusional maupun kegiatan sosial kemasyarakatan yang mampu mendekatkan hubungan baik antara rumah sakit dengan masyarakat luas," ujarnya.

Kepercayaan masyarakat akan meningkat apabila pembentukan citra Rumah Sakit kepada publik berjalan dengan baik. 

Oleh karena itu, Humas harus mampu mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam masyarakat baik itu mengenai keluhan masyarakat terhadap pelayanan.

" Peran humas rumah sakit  yang terpenting di mata mata pelanggan yakni dalam upaya menyelesaikan dan menangani keluhan pelanggan," katanya. 

Dalam menindak lanjuti kekecewaan yang di buat rumah sakit dan ketidak puasan atau keluhan pelanggan tidak dengan cara defensif melainkan menunjukkan upaya dan berusaha memperbaiki pelayanan. 

"Dukungan dan kepercayaan dari pelanggan dan masyarakatlah yang menghasilkan persepsi yang baik dan citra positif bagi instansi atau perusahaan,"pungkasnya. (Ocha)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.