-->

Notification

×

Nuzul Qur'an Sebagai Pedoman Kehidupan Dunia dan Akhirat

Wednesday, April 20, 2022 | 04:28 WIB Last Updated 2022-04-19T21:28:16Z


- Setidaknya Ada Tiga.....


PAGARALAM, SP - Selasa malam (19/04) Tim safari Ramadhan Pemkot Pagaralam bertandang ke Masjid Al-Muhajirin Perumnas Griya Abdi Negara (GAN). Semarak dan kemeriahan nampak dengan membaurnya warga GAN yang menghadiri peringatan Nuzul Qur'an (turunnya Al-Qur'an) bersama Tim safari yang diisi dengan Sholat Isya dan Tarawih bersama.

Pada kesempatan ini tim Safari Ramadhan menyerahkan bantuan kepada pengurus mesjid. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Brilian Astofani.


Dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Ustadz Sunhu Rasik M.Pd.i dengan gaya yang cukup menarik sehingga waktu tak berasa lama. Menurut Sunhu Rasik, setidaknya ada 3 hal penting yang  patut diketahui atau sebagai alasan turunnya Al-Qur'an.


Pertama sebagai  pedoman hidup bagi ummat Islam. Karena semua sendi sendi kehidupan terdapat didalamnya, mulai dari ekonomi, politik perdagangan, sosial dan berbagai hal lainnya. "semua ada dalam Alquran dan bila kita pedomani atau petunjuk berkehidupan maka Insyaallah kita akan selamat dunia dan akhirat.'terangnya.


Kedua Alquran sebagai pemisah antara yang hak dan batil. Karena didalam Al-Qur'an jelas dan tegas menyatakan mana yang hak dan mana yang batil. Semisal berpuasa, mengerjakan sholat, menyantuni fakir miskin, patuh kepada orang tua itu merupakan perbuatan yang baik dan diridhoi oleh Allah SWT. Sedangkan minuman keras, berjudi, Zina, mencuri, mensukutukan Allah SWT merupakan perbuatan yang dilarang,bilamana dilakukan akan dilaknat Nya.


Ketiga Al-Qur'an sebagai obat,tidak hanya obat untuk jasmani namun juga rohani. 


"Pertanyaannya apakah kita sudah menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari hari."katanya. Diharapkan, setelah peringatan Nuzul Qur'an ini kita akan semakin cinta dan mengaplikasikan apa apa yang termaktub dalam Alquran sebagai warisan terbesar dari nabi Muhammad SAW. Warisan ini kita wariskan juga kepada anak cucu kita dengan mengaji .'jangan pula pas guru ngaji nanyakan bayaran , bayarnya diundur undur ujung ujungnya anak berenti ngaji.'terkadang aneh, kalau bayaran ngaji yang cuma belasan atau puluhan ribu per bulan berat nian. Giliran untuk bayar les musik , Bahasa Inggris' yang nominalnya lebih Besar gampang , apalagi untuk bapak beli rokok, guraunya.


Diakhir ceramahnya Sunhu Rasik mengatakan, akhir akhir ini kita sesama ummat Islam seringkali dibenturkan dan dipbok obok. Sedangkan dengan umat beragama lainnya kita bisa toleransi. "Semoga saja umat Islam semakin solid dan tidak mudah terprovokasi sebagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan penganut agama lain.'pungkasnya.(Rep)















Popular Posts

×
Berita Terbaru Update