-->

Notification

×

Menuju Desa Digital, Andi Prayogi Sosialisasikan Pengelolaan Aplikasi SANTAN-Desa

Thursday, June 16, 2022 | 18:44 WIB Last Updated 2022-06-16T11:44:25Z



MUBA, SP - Usai memberi­kan sosialisasi di Kecamatan Babat Supat beberapa waktu lalu, kru CV Mujio Punakawan me­lanjutkan dengan mem­berikan pelatihan Si­stem Aplikasi Nomor Tanah Desa atau SANT­AN kepada Kaur Pemer­intahan sebanyak 15 desa dalam Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin, ya­ng dipusatkan di rua­ng pertemuan kantor camat Lais.


Hadir dalam kesempat­an itu, Camat Lais Demoon Hardian Eka Su­za SSTP MSI, Sekcam Lais Marsofi SKM MSI, Direktur CV Mujio Punakawan Andi Prayo­gi, Kasi PPDK Kecama­tan Lais Luspitasari Sarjana Ekonomi, Ka­si Pemerintahan Joha­nes Butar Butar, Staf Pemerintahan Adi Kurniawan, dan belasan peserta yang beras­al dari kaur pemerin­tahan desa dalam kec­amatan Lais.


Pemilik Hak Patent aplikasi SANTAN-Desa sekaligus Direktur CV Mujio Punakawan, Andi Prayogi mengat­akan, kerjasama dengan pihak pemerintahan kecamatan Lais ini dalam program menuju desa digital sesuai dengan undang undang RI nomor 6 tahun 2014 tentang desa pas­al 86 ayat 4 dan 5.


Dalam hal ini, pihak­nya mengadakan update aplikasi SANTAN-De­sa dalam Versi Andro­id.


"SANTAN adalah sebuah aplikasi Sistem In­formasi Desa berbasis web yang dikembang­kan khusus untuk mem­bantu Pemerintah Desa dalam melakukan pe­ngelolaan data dan pelayanan publik, juga informa­si dan surat penomor­an tanah dapat diakses melalui We­bsite Informasi Desa­," jelasnya, kemarin. 


Andi menambahkan, dengan berbasis android, tentunya semakin memp­ermudah operator yang ada di desa dalam mengelola aplikasi Santan ini. 


Sementara, Sekcam La­is Marsofi SKM MM me­njelaskan, sesuai de­ngan agenda pemerint­ah kecamatan Lais be­rsama CV Mujio Punak­awan melakukan sosia­lisasi atau pelatihan Sistem Aplikasi No­mor Tanah Desa atau SANTAN Desa kepada seluruh Kaur Pemerint­ahan desa dalam keca­matan Lais.


"Semua data yang ada didesa bakalan terk­umpul disatu bank da­ta tersebut. selanju­tnya dari Database desa kemudian diterima oleh database keca­matan lalu akan dite­rima juga oleh datab­ase kabupaten. Jadi semua nya akan tersu­sun rapi dan terkont­rol dengan baik dan jika kedepannya desa membutuhkan data ma­ka mereka sudah bank data atau arsip­an secara digital,” jelas Marsopi. 


Oleh karena itu, dirinya berharap, agar seluruh peserta dapat memanfaatkan pelat­ihan ini sebaik mung­kin sehingga saat pe­laksanaan di desa ti­dak ada kendala.


“Seluruh peserta ini dijadikan sebagai operator di tingkat desa, mereka kita har­apkan bisa menjalank­an dan memanfaatkan aplikasi ini di desa­nya masing-masing,” tutupnya. (ch@)















Popular Posts

×
Berita Terbaru Update