PALEMBANG,SP – Perumda Tirta Musi Palembang bergerak cepat memperbaiki kebocoran pipa distribusi air bersih berdiameter 400 milimeter yang terjadi di kawasan AAL. Perbaikan dilakukan pada Senin (20/7/2026) sore dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 12 jam.
Manager Unit Pelayanan Alang-alang Lebar Perumda Tirta Musi, Muhammad Nurridho mengatakan, informasi kebocoran diterima pada sore hari. Setelah dilakukan identifikasi, diketahui kebocoran berasal dari pipa PVC berdiameter 400 milimeter yang mengalami retakan memanjang.
"Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan bagian PKA dan pekerjaan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Hampir 12 jam kami melakukan penelusuran hingga akhirnya ditemukan titik kebocoran dan dilakukan perbaikan," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Hasil pemeriksaan menunjukkan satu batang pipa sepanjang sekitar enam meter mengalami retakan memanjang sehingga menyebabkan kebocoran cukup besar.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama tim teknis, penyebab kerusakan diduga karena karakteristik material pipa PVC yang lebih rentan terhadap pergerakan tanah secara tiba-tiba.
Selain itu, lokasi pipa berada di kawasan AAL yang kerap dilalui kendaraan bertonase besar. Beban kendaraan tersebut diduga memicu ketidakstabilan tanah di sekitar jalur pipa sehingga menyebabkan retakan.
"Setelah dilakukan diskusi, kami menyimpulkan bahwa pipa PVC memang lebih rentan terhadap pergerakan mendadak. Ditambah lagi kawasan AAL sering dilalui kendaraan bertonase besar yang memengaruhi stabilitas tanah di sekitar pipa," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Musi memutuskan mengganti material pipa PVC dengan pipa High Density Polyethylene (HDPE) yang dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap getaran maupun pergeseran tanah.
"Material HDPE lebih tahan lama dan lebih kuat menghadapi vibrasi maupun pergerakan tanah dibandingkan PVC," jelasnya.
Ia menambahkan, pipa PVC yang mengalami kerusakan tersebut merupakan jaringan lama yang dipasang sejak 1997 dan kembali digunakan pada awal tahun 2000-an karena saat itu material PVC lebih mudah diperoleh dengan harga yang lebih kompetitif.
Akibat kebocoran tersebut, dari sekitar sekitar 14 ribu pelanggan yang terdampak. Setelah proses perbaikan rampung, distribusi air mulai dioperasikan kembali secara bertahap. Pengaliran dilakukan dengan tekanan rendah terlebih dahulu untuk memastikan kondisi jaringan aman.
"Mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB kami mengalirkan air dengan tekanan minimum. Kemudian pukul 13.00 WIB tekanan mulai ditingkatkan secara bertahap hingga kembali normal," katanya. (Ara)
