Notification

×

Tag Terpopuler

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Tembus Rp47,96 Juta, Volume Naik Tajam pada 2026

Friday, October 09, 2026 | Friday, October 09, 2026 WIB Last Updated 2026-10-11T12:44:43Z

 


PALEMBANG,SP – Madu asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali menembus pasar Singapura. Sebanyak 310 kilogram madu senilai Rp47,96 juta dikirim melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Rabu (7/10/2026) lalu.


Pengiriman tersebut menambah catatan ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura yang menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Sebelum diberangkatkan, madu tersebut terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan tindakan karantina oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan guna memastikan pemenuhan persyaratan karantina serta ketentuan negara tujuan.


Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan ekspor tersebut menunjukkan potensi komoditas daerah untuk bersaing di pasar internasional.


“Ekspor madu asal Muara Enim ini menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Kami terus mendukung pelaku usaha agar komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan,” ujar Sri Endah di Palembang, Jumat (9/10/2026).


Berdasarkan data BEST TRUST Barantin, ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura selama Januari hingga September 2026 mencapai 1.547,6 kilogram melalui empat kali pengiriman.


Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sepanjang 2025, ketika ekspor madu tercatat hanya 266 kilogram melalui satu kali pengiriman. Volume ekspor selama sembilan bulan pertama 2026 juga telah melampaui capaian sepanjang 2024, yakni 1.373 kilogram melalui tiga kali pengiriman.


Dengan capaian tersebut, volume ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura pada 2026 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data yang tersedia.


Sri Endah menegaskan, keberlanjutan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga konsistensi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan. Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk Indonesia.


“Pemenuhan persyaratan karantina sejak dari daerah asal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia,” katanya.


Untuk mendukung kelancaran perdagangan, Karantina Sumatera Selatan terus mendorong pelaku usaha memahami persyaratan pasar tujuan sejak awal. Dengan demikian, proses pemeriksaan dan pengiriman komoditas dapat berjalan lebih lancar sesuai ketentuan yang berlaku.


Peningkatan volume pengiriman tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi madu asal Sumatera Selatan di pasar Singapura sekaligus membuka peluang perluasan pasar ke negara lain.


Karantina Sumatera Selatan memastikan dukungan terhadap kegiatan ekspor akan terus berjalan seiring dengan fungsi pengawasan untuk menjaga keamanan hayati serta memastikan komoditas yang diperdagangkan memenuhi persyaratan perdagangan internasional. (Ara)

×
Berita Terbaru Update