![]() |
PALEMBANG, SP - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mewaspadai adanya potensi peningkatan inflasi selama 3 bulan ke depan, meski saat ini masih terkendali.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya inflasi pada kurun waktu tersebut.
"Menjelang akhir tahun, kita tahu ada momen Natal dan libur Tahun Baru. Berdasarkan data tahun sebelumnya menunjukan adanya tren negatif terhadap inflasi pada masa liburan," ujarnya kepada SumselPers usai high level meeting TPID Sumsel 2019, Kamis (12/09/2019).
Dijelaskan Yunita, kecenderungan terjadinya inflasi disaat pengujung tahun karena adanya lonjakan permintaan, terutama di komoditas yang biasa menyumbang terjadinya inflasi di Sumsel. Komoditas tersebut berasal dari kelompok volatile foods seperti daging ayam ras dan telur ayam.
"Untuk saat ini, harga kedua komoditas itu cenderung stabil karena lagi oversupply. Tetapi, kita tetap harus waspada pada bulan selanjutnya saat konsumsi meningkat," tambahnya.
Selain itu, TPID Sumsel juga mencermati kondisi Sumsel yang saat ini mengalami musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan kebakaran dan kekeringan lahan, sehingga berpotensi mengganggu jalur distribusi serta produksi hortikultura di Sumsel.
Oleh karena itu, kata Yunita, perlu dilakukan antisipasi dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel.
Meski mendeteksi sejumlah faktor pemicu inflasi, pihaknya tetap optimistis laju inflasi Sumsel dapat terkendali dan bahkan masuk di batas bawah target inflasi yang telah ditetapkan, yakni sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen.
"Apalagi, kalau kita lihat perkembangan inflasi hingga Agustus 2019 year-to-date (ytd) mencapai 1,6 persen," sebutnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya meminta agar TPID agar memperhatikan komoditas-komoditas lainnya pemicu inflasi, seperti cabai dan beras.
"Ke depan upaya pengendalian inflasi daerah juga perlu difokuskan ke komoditas lainnya seperti beras, cabai, bawang merah, telur ayam, daging ayam ras serta angkutan udara," pungkasnya. (dee)
