![]() |
| Kondisi Balapan Liar di Jalan Demang Lebar Daun. Foto Diambil Minggu (13/10) Pukul 02.18 WIB Dini Hari, Kemarin (foto/DOK SP) |
PALEMBANG, SP - Kurun waktu setahun terakhir sebagian masyarakat
yang tinggal dikawasan Jalan Demang Lebar Daun tepatnya dari lampu merah Jalan
Angkatan 45 hingga di depan Pom bensin merasa resah karena kawasan tersebut
dijadikan arena balapan liar. Ironisnya, lokasi ini berdekatan dengan kediaman
dinas Gubernur Sumsel.
Rara pekerja salahsatu rumah makan dikawasan tersebut,
menuturkan. Sejak setahun terakhir lokasi didepan tempatnya bekerja dijadikan
arena balapan liar oleh sekelompok anak-anak muda dengan menggunakan kendaraan
roda dua yang knalpot sudah dimodifikasi sehingga mengeluarkan bunyi yang
bising. Pembalap liar ini mulai beroperasi setiap hari Minggu, diatas pukul 01.00 WIB dan biasanya berakhir pada pukul 04.00 dini. “Itu kan jam nya kita
istirahat dengan adanya suara bising knalpot motor membuat kita tidak bisa
tidur”, tutur Rara, Minggu, (13/10) yang sehari-harinya tidur ditempatnya
bekerja.
Dilanjutkannya, aktifitas itu rutin dilakukan kalau
cuaca mendukung, misalnya, tidak hujan tapi kalau hujan maka aktifitas itu
tidak dilakukan. Dua ruas jalan itu semua dipakai untuk arena balapan liar.
Meskipun, kawasan ini tidak ada penduduk yang bermukim secara permanen karena
kawasan ini didominasi dengan perkantoran dan hotel, kalau pun ada penduduk
dibelakang tentu tidak begitu mendegar suara bising. Sementara, dirinya dan
beberapa teman yang lain sangat merasakan kebisingan jika arena balap liar
tersebut digelar.
Dirinya mengaku bingung juga mengapa belum ada
tindakan dari aparat berwenang dengan kondisi ini, padahal sering ada mobil
patroli yang lewat. “Mungkin karena malam hari jadi tidak ada pengontrolan lagi
sehingga kegiatan itu dapat berlangsung sampai bertahun-tahun”, ujarnya.
Hal yang sama
dikatakan, Helmi rekan sekerjanya, jika malam hari khususnya diatas pukul 01.00
WIB, dirinya tidak berani keluar toko takut terjadi apa-apa, Namun, aktifitas
itu sangat jelas terlihat dari CCTV. “Kami berharap pihak berwenang menghentikan
aktifitas itu karena sudah sangat mengganggu”, tambahnya.(hmy)
