![]() |
PALEMBANG, SP - Di sajikan dalam bentuk apapun, bakso tidak pernah membosankan bagi penggemarnya. Apalagi saat ini berbagai jenis dan inovasi terus bermunculan. Bakso jontor merupakan salah satu varian bakso yang menggoda pencinta makanan pedas.
Bakso jontor yang di kelola oleh Ayu, seorang ibu muda yang awalnya hanya membuat bakso jontor hanya untuk keluarganya, kemudian di jual secara online dan ternyata mendapat sambutan yang baik.
Ayu mengatakan, semangkuk bola daging disajikan dengan sambal burung berlimpah yang bikin sensasi makan semakin seru yang pedasnya nggak main-main, agar lebih menjual kemudian bakso jontor ini dinamai bakso jontor Inceess yasmin. Yang mana nama yasmin merupakan nama anak pertama nya.
“Jangan ngaku penyuka bakso pedas kalau belum nyicip bakso jontor inceess yasmin. Sambal burung dalam bakso ini tak kira-kira. Karena diulek kasar, cabainya masih terlihat sangat jelas. Harganya juga terbilang murah meriah lho, hanya Rp 20 Ribu saja perporsinya, “katanya saat ditemui di sela event opi food carnaval, Sabtu (12/10).
Selain bakso jontor, di kedai inceess yasmin ada juga menu lain yang tidak kalah pedasnya, antara lain tahu bakso jontor, ceker jontor, sosis otak otak special jontor, bakso bakar jontor, mie goreng special jontor dan es jeruk peras.
Ayu mengatakan, untuk meningkatkan omset penjualanannya ia sering mengikuti berbagai event-event yang ada di kota Palembang. Di bulan lalu ia ikut juga event sebuah produk minuman nasional yang cukup terkenal, yang mana di event itu dalam sehati bisa habis 60 Kg bakso jontor dalam satu hari.
“Padahal saya gak tau acaranya ada juga di Palembang, tiba tiba ada yang nelpon untuk mengajak event kuliner itu, entah dari mana ia tahu nmor hp saya, karena gratis ya saya ikutan dong,"katanya.
Masih kata Ayu, di event itulah saya mendapatkan omset yang luar biasa besarnya jika di bandingkan event event lain yang pernah saya ikuti. Bagi anda yang penasaran dengan bakso jontor yang di jualnya bisa datang ke event opi food carnaval yang ada sejak 11 sampai 20 oktober 2019. (dkd).
