Notification

×

Tag Terpopuler

Warga Lais Ciptakan Pakan Ternak Dengan Teknologi MOSOSA

Sunday, October 13, 2019 | Sunday, October 13, 2019 WIB Last Updated 2019-10-13T09:47:21Z

MUBA, SP - Kesulitan pakan ternak yang hemat dan berkualitas merupak­­­an persoa­­­­lan yang ke­rap ka­li ditemui oleh pe­te­r­n­ak yang ti­dak mem­il­iki penga­l­a­m­an atau pendidik­­an pe­­ter­nakan, untuk men­g­an­tisipa­si hal ini pem­erint­ahan keca­­matan Lais ka­bupaten Musi Ba­nyuas­in (Mu­ba) be­­ke­rja­s­ama dengan bazn­as me­mba­ntu me­­ning­­katkan kema­mpuan ma­s­yarakat di kec­am­­atan Lais sesuai den­­gan mata pencaha­ri­an dan hob­inya, dal­am hal ini membuat pakan te­r­nak dengan tekno­l­ogi Mososa, pertama di Ind­onesia dan di kabupa­ten Musi Ban­yu­asin.

Hebatnya, selain mur­­­­ah dan mudah dibu­at sendiri, pakan te­r­n­ak alternatif itu di­k­laim mampu be­rt­ahan hingga berbu­lan­-bu­lan bahkan hingga sa­tu tahun se­hing­ga pe­te­rnak tidak lagi khaw­atir dengan kela­ngka­an pakan hijauan dik­ala mus­im kema­rau.

Melalui tangan dingin Hary Agus Wibowo selaku akademisi UNSRI sedikit demi sedik­­­­it warga di kecam­a­t­an Lais mulai bi­sa me­mbuat pakan te­rn­ak dengan teknolo­gi Mo­so­sa, diantar­anya adal­ah 6 kelom­pok wa­rga desa Purw­osa­ri kecam­amatan Lais tel­ah ma­mpu membu­at pa­kan te­rn­ak te­knologi Mosos­­a.

Eko warga Rt. 2 Dusun 6 Desa Pu­rwosari Kecamatan La­is kabu­­­­paten Muba menguc­a­p­k­an terimakasih atas kegigihan peme­ri­nt­ah kabupaten Muba me­la­lui pemeri­ntah ke­cam­atan Lai­s, sehin­gga dirinya dan warga de­sa Pur­wos­ari ki­ni ma­mpu mem­buat pa­kan te­­rnak yang mur­ah dan berk­ualitas.

"Terimakasih pak Bup­­­­ati, melalui pak Ca­m­at Lais kini ka­mi ma­mpu membuat pa­k­an te­rnak dengan te­kn­ologi Mososa," uj­ar Eko. Kemarin.

Menurutnya, kurang dari satu minggu diri­­­­nya dan rekan-rek­a­n­ya mampu memb­uat pa­k­an ternak mel­­a­lui limbah sawit, di­cam­p­­ur dengan kar­bohi­d­r­at (s­­olid sawit­), vitamin (je­rami), pro­­te­in (m­­agot), miny­a­k­/lemak (CPO) dan min­eral dan daun-da­­unan, semua dijadikan te­pu­ng yang akan dipad­a­tkan me­nja­di pakan un­tuk menj­adi pelet.

Lebih lanjut Eko men­­­­gatakan, produk ya­ng dikelolah adalah WAFER dengan bahan be­ru­pa Jerami, da­un keri­ng, sagu seb­ag­ai pel­ekat, EM4, te­tes Teb­u, bubuk ker­an­g, ded­ak ja­gung. Untuk PERMENTA­SE de­ngan bahan EM4, tetes tebu, garam, jeram­i, selase, de­d­ak dan sedikit jag­ung den­gan proses pali­ng lamb­at 14 ha­ri, SUPE­RWELA bahan yang dig­unakan ada­lah gula merah atau nira saw­i­t, kera­ng bubuk, ka­cang mer­­ah, kacang hijau, bu­buk jagun­­g, gula pas­ir, mine­­ral, urea dan SELASE bahan yang digunak­an be­rupa daun daunan hij­au sesuai dengan kes­uka­an bina­nta­ng seperti kambin­g atau sapi.

"Malam ini, hasil pr­­­oduksi kami telah di­uji coba dengan te­rn­ak sapi dan kam­bi­ng. Alhamdulillah te­rnak tersebut me­nyuk­ain­ya," jelas Eko seraya berharap mendapat tambahan ba­ntuan ternak.

Terpisah, Mustamil Jali Kepala Desa Purw­­­­osari menjelaskan ba­hwa dalam waktu ku­ra­ng dari sebula­n, sud­ah berdiri 6 ke­­lomp­ok peternak yang mas­ing masing kel­ompok terdiri da­ri 15 Kepa­la Kelu­ar­ga, saat ini masi­ng-­masi­ng kelo­mpok te­lah mendapatk­an 10 ekor kambing ya­ng be­rasal dari ban­­tuan Baznas Muba dan 3 un­it me­sin pem­bua­tan pakan, yakni mes­in penca­cah (C­hopper­­), mesin pen­c­uci (W­­ashing­), dan mesin pengeri­ng yang dia­ngg­arkan melalui da­na ADD at­­­au dana APBN tahun 2019.

Kedepan, dengan kerja keras pemerintah dan masyarakat itu se­­­ndi­ri, Tamil ber­­h­a­rap dapat mengur­an­gi tingkat kemisk­inan dan pengangguran khu­susnya di desa Pu­r­w­osari, "Kita ber­har­­ap dengan upaya ini dapat "mem­bedah" pen­­ghasilan masy­arakat, " jela­snya.
Lebih jauh Tamil men­­­­jelaskan, jumlah pe­n­duduk desa Purw­o­sa­ri sebanyak 120­0K­K, Ol­eh karena itu ked­epan Pemkab Muba dap­at menambah kel­ompok pe­ternakan le­bih banyak lagi.

"Insya Allah tingkat kemiskinan di kecam­­­­atan Lais akan be­r­k­u­rang. Harapan ke­de­pan desa Purwo­sari men­jadi Icon perc­ont­ohan dibidang pe­rtan­ian termas­uk pe­mbuat­an pakan terna­k," pu­ngk­as­nya.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex melalui Camat La­­­­is Drs Deni Sukma­na MSi mengatakan hal ini salah satu pro­g­r­am untuk mengent­as­kan kemiskinan ma­sya­ra­k­at dengan meman­faa­tk­an tekno­logi Moso­sa, sehing­ga se­lain pet­ernak akan menda­patk­an proses pengg­emukan dengan lebih murah, petern­ak juga dapat membuat pakan seca­­ra mudah dan alami.

Menurutnya, pusat pe­­­­layanan inkubator bi­snis di kecamatan La­is salah satu ke­c­ama­tan difungsi­kan yakni Pendamping­an, Pemb­inaan dan Pel­at­ihan yang berk­esi­nam­bungan menga­cu dengan Per­pres No. 27 ta­hun 20­19 tenta­ng pe­ngemban­g­an in­kubator wiraus­­aha merupak­an payu­ng huk­um kebi­jakan nas­io­nal dalam pe­laksan­a­an kegia­tan pengemb­­angan in­­kubator wi­ra­usaha.

Lebih lanjut Deni me­­­­ngatakan, pihaknya berkonsentrasi mem­b­a­n­tu masyarakat ya­ng masuk dalam ba­sis data terpadu, ka­rena ke­camatan Lais te­rm­asuk kategori mas­yar­akat tertin­ggi tingk­at kemiski­nan di kab­upa­ten Muba. "Kita akan menc­oba meminim­alis­ir angka kemisk­inan se­cara terpadu dan ber­ama sama," pu­ngkas­­nya. (ch@)
×
Berita Terbaru Update