Notification

×

Tag Terpopuler

Warga Minta Segera Pasang Rambu-Rambu Bahaya Di Underpass

Sunday, October 13, 2019 | Sunday, October 13, 2019 WIB Last Updated 2019-10-13T09:08:42Z

LAHAT, SP - Beberapa waktu yang lalu mengeluarkan suara cukup keraas disaat kendaraan melintas Underpass Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat akibat las flat baja terlas pada besi penahan akhirnya hilang dicuri. Hal itu terpantau Minggu (13/10). Kondisi besi behel yang hanya berjarak 10-15cm sewaktu-waktu dapat membahayakan pengendara khusunya roda dua, ban kendaraan masuk di sela-selah besi berpotensi mengakibatkan kecelakaan.

"Kemaren masih ada pak meski ada las flat baja yang lepas. Baru pagi inilah flatnya hilang",Ungkap Man Warga Prumnas Rivari setiap hari melintas underpas untuk ke sungai Lematang.

Usai dihidupkan dan dapat dilintasi, underpas menjadi alternatif bagi banyak warga khusunya desa Manggul, Ulak Lebar, kendaraan lintas Kabupaten dan Lintas provinsi sampai saat ini belum ada rambu-rambiu peringatan bahaya dari instansi terkait untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan bagi pengendara yang melintas di underpass.

"300 meter dari Underpass ini sungai Lematang. Disaat kemarau seperti saat ini banyak warga mandi dan mencuci di sana khusunya warga Prumnas Rivari, Sage dan Blog C. Underpass satu-satunya jalan yang cukup dekat untuk ke sungai Lematang",Ungkapnya.

Sementara Marton, Warga Desa Ulak Lebar hari- harinya usai sholat subuh melintas Underpass untuk menyadap karet cukup terkejut ketika melintas dan hampirnya mengalami kecelakaan akibat ban motornya masuk diselah selah besi menahan flat baja. 
"Ampir ponaan, amu ngebut Klu la teseghudu, Untunglah lambat. Biasenye lancar-lancar saje lalu, tau-tau flatnye la langit,"ujarnya.

Warga Desa Manggul Hari, Bekerja di salah satu perusahaan Batubara di Kecamatan Merapi Barat meminta kepada instasi terkait untuk dapat segera mengambil tindakan pemasangan peringatan pada titik hilangnya flat baja underpass.

"Tidak tentu, tergantung waktu kerja. Terkadan melintas underpas malam hari. Besar harapan kami, kalau bisa diperbaiki ata peringat dari instansi terkait pada titik hilangnya flat baja." Pungkasnya. (KH. Helmi)
×
Berita Terbaru Update