![]() |
| Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, Ahmad Mustain, (foto/net) |
PALEMBANG, SP - Mempeluas segmen pemasaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Palembang, pemerintah dalam waktu dekat akan menyediakan ruang khusus bagi pengrajin untuk menjual kain khas Palembang di setiap hotel.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, Ahmad Mustain, melalui Sekretaris DPMPTSP Yan Sabar Sihotang mengatakan, menyediakan mendorong pojok kerajinan, khususnya kain khas Palembang baik berupa batik, jumputan, songket dan lainnya sebagai upaya mendorong peningkatan UMKM.
"Kerjasama dengan perhotelan maupun sektor ritel lainnya akan diupayakan terwujud dalam waktu dekat," katanya.
Hal tersebut dilakukan bahwa untuk meningkatkan UMKM salah satu peran serta pihaknya dengan memberikan fasilitasi agar pelaku UMKM dapat mengakses bermitra dengan perusahaan besar.
"Untuk membuat UMKM ini besar, mereka harus mampu bermitra, dengan begitu mereka dapat membuka akses permodalan, pelatihan dan juga perluasan Pemasaran," ujarnya.
Yan menyebutkan, untuk hal ini sudah ada fasiltasi antar pengrajin batik/kain khas Palembang dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel. "Jadi dengan adanya fasilitasi ini, setiap Hotel di Palembang akan ada menyediakan pojok kerajinan di hotelnya masing-masing," jelasnya.
Kedepan, fasilitasi ini juga akan diperluas ke sektor lainnya, seperti kuliner, yakni pempek. Tentu, adanya kerjasama ini akan mampu meningkatkan pasar pelaku UMKM. Walaupun untuk kerjasama memang tak mudah, Karena ada standar ketat, apalagi untuk sektor makanan.
"Untuk Pempek ini, bakal dikerjasamakan antara Asosiasi pempek dengan Indomaret, jadi kedepan kalau jadi, setiap toko Indomaret menyediakan pempek," katanya.
Sementara selain membantu memasarkan hasil UMKM di tempat dengan pangsa pasar yang berkelas tinggi, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi para UMKM. Seperti disiapkannya bantuan modal usaha tanpa agunan. "kata Rp3 juta bantuan modal, tanpa agunan," katanya
Sementara itu, Ketua PHRI Sumsel, Herlan Asfiudin mengungkapkan, rencana tersebut sangat baik dilaksanakan. Untuk mewujudkan ide dari pemeribtah itu, pihaknya saat ini masih memproses lebih lanjut dan butuh waktu untuk realisasinya.
"Kita rapatkan dulu bersama DPMPTSP. Tapi ini sangat bagus agar pelancong Kota Palemnang mudah mendapatkan oleh-oleh kain khas Palembang," ujarnya. (Ara)
