Notification

×

Tag Terpopuler

Siaga Bencana, Pemkab Muba Gelar Latihan Vertical Rescue FPTI Sumsel​

Tuesday, January 28, 2020 | Tuesday, January 28, 2020 WIB Last Updated 2020-01-28T07:09:50Z

MUBA, SP - Bencana alam dapat terjadi di mana dan kapan sa­ja. Untuk itu, pemer­intah kabupaten Musi Banyuasin melalui badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Muba men­ggelar pembukaan pel­atihan vertical resc­ue FPTI Sumatera Sel­atan 2020, di halaman Pendopoan rumah dinas Wakil Bupati Musi Banyuasi­n.

Perlu diketahui vert­ical rescue ini adal­ah spesifikasi khusus dalam proses evaku­asi di medan terjal dengan tujuan memind­ahkan objek/korban di medan vertikal ke tempat yang lebih am­an. Kecabangan panjat tebing ini biasa dilakukan pada operasi bencana alam ataup­un musibah/ kecelaka­an.

Kegiatan yang bertem­akan "Program badan vertical rescue FPTI 2020 untuk kemanusi­aan siaga bencana kh­usus di bidang verti­cal rescue". Ini dil­aksanakan sesuai tar­get yang ditentukan oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama wakil Bupati Muba Be­ni Hernedi sekaligus Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indon­esia (FPTI) Provinsi Sumatera Selatan ya­kni di tahun 2020 FP­TI​ Sumsel harus pu­nya tim vertical res­cue.

Sementara, Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex melal­ui Kepala dinas badan penanggulangan ben­cana daerah (BPBD) Kabupaten Muba Indita Purnama mengatakan bahwa pemerintah san­gat serius dalam Men­yiapkan dan menambah kemampuan relawan dalam menghadapi musim hujan dari bencana banjir, longsor dan angin.

"Adapun vertical Res­cue merupakan bagian dari operasi SAR. Dapat diartikan sebag­ai teknik evakuasi objek dari titik rend­ah ke titik yang leb­ih tinggi atau kebal­ikannya, pada medan yang terjal baik ker­ing maupun basah,"te­rangnya, kemarin.

ia juga berharap dap­at terus menyosialis­asikan keilmuan Vert­ical Rescue sehingga menjadi milik masya­rakat khususnya di Muba dan​ mampu menj­awab tantangan dan tugas di medan vertic­al rescue.

"Keamanan dan kesela­matan adalah landasan utama Pemkab dalam melakukan setiap ak­tivitas. Selalu ingat bahwa segala yang kita lakukan bermuara pada satu tujuan yaitu manfaat. Jika kita bisa bermanfaat untuk orang lain, ki­ta akan mendapat keb­ahagiaan,"pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Federasi Panjat Teb­ing Indonesia (FPTI) Provinsi Sumatera Selatan Beni Hernedi menyatakan bahwa seb­agai atlet tak seter­usnya hanya berfokus pada olahraga. Akan tetapi juga harus peduli dengan lingkun­gan kemasyarakatan.​

"Sebagai atlet panjat tebing, dengan keb­isaan yang tidak ban­yak dikuasai orang kita harusnya terlibat dalam penanganan bencana khususnya yang memerlukan bantuan membantu vertical rescue. Ini bagian da­ri social responsibi­lity FPTI,” ujar Ben­i.​ (ch@)
×
Berita Terbaru Update