Kompetisi Ditunda Mental Pemain Terganggu

Rifky Ahmad Ale Silitonga, (foto/nis)

PALEMBANG, SP
- Stopper Sriwijaya FC Rifky Ahmad Ale Silitonga mengaku sangat kecewa dengan keputusan ditundanya kompetisi Liga 2.


Jadwal yang semestinya bergulir Oktober, terpaksa mundur akibat penyelenggaraan kompetisi tak mendapatkan surat izin dari pihak kepolisian. 


Menurut Rifky, adanya penundaan kompetisi ini cukup menimbulkan banyak kerugian, terutama mental para pemain yang terganggu. 


"Kalau kecewa yah pasti, selama ini kita rugi waktu, Karena kami sudah latihan selama 1 bulan lebih dan liga di tunda,"ungkap Rifky,  Senin (5/10/2020).


Ia juga menyayangkan dengan keputusan Polri yang dianggap tak sebanding dengan diadakan pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang sudah berjalan sejak September lalu.


"Iya seharusnya pilkada harus ditunda juga, sehingga keputusan seimbang,"kata pemain berusia 20 tahun ini. 


Meski kondisi pandemik COVID-19 masih terjadi, Rifky menilai sebenarnya kompetisi tetap bisa digelar dengan disiplin protokol kesehatan dan mengikuti aturan yang disarankan oleh Satgas gugus tugas percepatan penanganan COVID-19. 


"Padahal liga bisa digulir mengikuti protokol kesehatan dan tanpa penonton, seperti kompetisi di luar sana. Tapi ya mau gimana lagi,"sesalnya.


Meski begitu, ia berharap PSSI dan PT LIB sesegera mungkin menentukan nasib Liga 2 musim ini. Karena sebagian besar pemain, pelatih bergantung pada sepak bola.


"Harapan saya semoga liga 2 dilanjutkan kembali bagaimanapun nasib semua pemain bergantung dengan adanya Liga,"tukasnya. (Nis)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.