Tahun ini Cap Go Meh di Pulau Kemaro Ditiadakan

Pulau kemaro-Palembang


PALEMBANG, SP - Lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir dan angka kasus yang terus meningkat, diperkirakan 2021 ini acara Cap Go Meh pada Februari mendatang yang merupakan rangkaian dari perayaan Imlek ditiadakan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, kondisi zona Covid di Kota Palembang yang fluktuatif, terkadang orange dan merah menjadi pertimbangan pihak yayasan pengelola Pulau Kemaro.

"Sudah ada perbincangan dari pengurus yayasan bahwa Cap Go Meh tahun ini ditiadakan," katanya, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, pertimbangan ditiadakannya Cap Go Meh di Pulau Kemaro karena menghindari penularan Virus Corona. Pasalnya, setiap tahunnya ada 40 ribu pengunjung dari berbagai negara dan wilayah. Sehingga dikhawatirkan akan adanya klaster baru penularan Covid-19.

"Pada perayaan Cap Go Meh tahun lalu saja ada 40 ribu pengunjung, pihak yayasan mengatakan akan ditiadakan karena khawatir memperparah kasus Covid," katanya.

Cap Go Meh merupakan rangkaian dari perayaan Imlek. Biasanya, satu bulan sebelum perayaan atau sekitar awal Januari itu sudah ada rangkaian acara pendukungnya sebelum menuju hari H Cap Go Meh di Pulau Kemaro.

"Sekarang saja belum ada acara seperti tahun lalu, karena Covid ini, mungkin mereka juga khawatir menimbukan keramaian," katanya.

Isnaini mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan surat edaran untuk melarang Cap Go Meh karena ini merupakan rangkaian kegiatan ibadah masyarakat Tionghoa dan pemeluk agama Budha. Sehingga pihaknya mempersilakan dengan mengutamakan protokol kesehatan.

"Tidak ada edaran dari kita (pemkot) yang berupa larangan, karena ini rangkaian keagamaan," katanya.

Selain itu, pengelola Pulau Kemaro pun dipastikan sudah menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung selama pandemi ini. Diantaranya membatasi jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas, termasuk pada saat Cap Go Meh.

"Calender of Event Pariwisata 2021 untuk perayaan Cap Go Meh sudah pasti ditiadakan jika pihak yayasan tidak menggelar," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya memastikan Calender of Event Pariwisata Kota Palembang lainnya tetap ada. Berbeda dari tahun lalu yang mencapai 100 event lebih, tahun ini hanya sekitar 80 event.
“Direncanakan Agustus nanti ada pagelaran Bidar di Sungai Musi, tapi ini kita anggarkan dulu karena pandemi dengan anggaran harus balance," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.