Sering Banjir, Kondisi Pasar Kuto Kumuh

 

KUMUH : Kawasan pasar Kuto Kota Palembang mengalami kebocoran pada atap, dan terlihat kumuh pada beberapa lapak dagang (foto:son/sp)

PALEMBANG, SP - Kondisi Pasar Kuto di Jl Slamet Riyadi Kuto Batu Palembang,dikeluhkan pedagang karena kondisinya cukup memprihatinkan.Tak hanya atap pasar bocor, saat hujan turun sering terjadi banjir, Rabu (10/2/21).

Berdasarkan pantauan wartawan Sumsel Pers dilapangan, tampak jelas banyak lobang pada atap pasar tersebut dan tumpukan sampah yang berserakan.

Selain itu, di lantai dua terlihat banyak kosong dan terkesan tak pernah dirawat.Tumpukan sampah dalam kios dibiarkan begitu saja.Pemandangan seperti menambah kesan kumuh pada pasar.Belum lagi, bangunan yang sudah tampak tua membuat pasar semakin jorok.

Menurut salah satu pengunjung pasar, Wati(42)menyayangkan, kondisi pasar tidak terawat. Atap pasar yang bocor dibiarkan begitu saja.Kondisi seperti ini bikin pengunjung tidak nyaman terutama saat hujan.

‘’Terus terang, saja saya tidak mau belanja di pasar ini,saat hujan turun, karena kondisi pasar tambah becek,’’ terangnya.

Hal senada disampaikan pedagang manisan Wan (30), membenarkan kondisi atap pasar bocor. "Seperti inilah Pak kondisi pasar.Bisa lihat sendiri atapnya. Saat hujan pedagang kewalahan karena ketinggian air bisa mencapai mata kaki,’’ ujarnya, sambil mengarahkan telunjuknya pada atap yang bocor.

Lebih lanjut, salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya, karena merasa tidak nyaman, dia berinisiatif memperbaiki atap pasar.Apalagi, pihak pengelola tak kunjung memperbaiki atap tersebut, terpaksa memakai uang kantong pribadi.

"Saya pribadi sudah keluar Rp 2,5 juta, untuk perbaiki atap pasar.Uang dipergunakan untuk membeli seng 8 keping,’’ujarnya.

Soalnya, banyak atapsudah terlepas oleh angin kencang saat hujan deras.‘’Saya tidak tahan barang dagangan saya basah.Kalu menunggu pihak pasar belum jelas kapan mereka akan memperbaikinya,’’ terangnya.

Bukan itu saja, Petugas Kebersihan pun sering menjadi sasaran omelan dari pengunjung.Menurut keterangan petugas kebersihan Anto(58) nama disamarkan. Dia mengaku, kerap menjadi sasaran omelan pengunjung pasar.

"Terus terang saya malu, karena pengunjung sering mengeluhkan kondisi pasar.Namun kami tidak berdaya. Karena urusan bangunan bukan tugas kami.Tugas kami hanyalah membersihkan sampah dan keamanan disini," terangnya. (SON)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.