IKABA Sumsel Kutuk Keras Aksi Penganiayaan Terhadap Perawat RS Siloam

Ikatan Advokat Batak (IKABA) Sumsel (Foto : Ariel/SP)

PALEMBANG, SP - Ikatan Advokat Batak (IKABA) Sumsel, mengutuk keras aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Jason Tjakrawinata terhadap terhadap perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Christina Ramauli, Bahkan IKABA meminta proses hukum yang saat ini ditangani oleh kepada pihak Kepolisian agar tetap berjalan dan pelakunya segera disidangkan.

"Kami dari Ikatan Advokat Batak Sumsel. Mengutuk keras pada pelaku TJ yang telah melakukan tindakkan kekerasan pada korban yang merupakan perawat di RS Siloam Sriwijaya," tegas Ketua IKABA Daulat MR Sihite SH, Senin (19/4/2021).

IKABA juga memuji pihak kepolisian Polrestabes Palembang, karena dengan cepat dapat menangkap pelaku penganiayaan tersebut.

"Kami memuji langkah cepat pihak kepolisian menangkap pelaku. Dan kami juga berharap perkara tersebut agar dapat segera dilimpahkan ke Kejaksaan agar korban mendapatkan keadilan," ujarnya.

Sementara Sekretaris IKABA Sumsel Desmon Simanjuntak SH, mengatakan pihaknya juga siap untuk mendampingi korban, jika yang bersangkutan membuntuhkan pendampingan hukum.

"Hal ini karena, kami sangat prihatin dengan korban, ditambah lagi kejadian ini sudah viral dan terekspose kemana-mana. Harapan kami kasus ini segera dapat dilimpahkan ke pengadilan, demi efek jera. Bukan hanya pada pelaku, akan tetapi pada semua lapisan, agar tidak arogan dalam bertindak," tegas Desmon.

Diketahui kasus ini bermula dengan beredar dan Viral di media sosial (medsos), seorang perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Christina Ramauli S (27), dianiaya oleh TJ yang merupakan orang tua pasien.

Peristiwa tersebut terjadi, pada Kamis (15/4), sekitar pukul 13.30. Tak terima apa yang dialaminya, korban pun melaporkan pelaku yang diketahui berinisian JT.

Kronologi kejadian saat korban dipanggil oleh TJ untuk menemuinya di ruang IPD 6 di kamar 6026. Pelaku menanyakan bagaimana cara saya melepas infus di tangan anaknya.

Namun, belum sempat korban menjawab, pelaku langsung memukul wajahnya. Meski sempat dilerai oleh perawat lainnya, tapi pelaku tetap memukul kembali wajah korban.

Korban sempat berlutut di depan pelaku sambil meminta maaf. Namun, pelaku yang terlanjur emosi langsung menendang perut dan menjambak rambutnya.

Atas kejadian itu, korban mengalami memar di mata kiri, bengkak di bibir, dan sakit pada perut. Lalu melapor ke Polrestabes Palembang. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.