Kondisi Jalan dan Jembatan di OI Memprihatinkan

OGAN ILIR, SP - Kondisi Jalan Tang Peramuan terletak RT 09 RW 05 Kampung V Desa Pemulutan Ilir Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, tampak berlubang mencapai kedalaman 50 cm dengan lebar sekitar tiga meter. Diketahui pembangunan jalan dikerjakan tahun 2020 lalu menjelang pilkada Kabupaten Ogan Ilir, akibat dari rusaknya jalan akses kendaraan dari arah Palembang menuju Tanjung Raja terhambat.

Berdasarkan pantauan Koran Sumsel Pers dilapangan, Jum'at, (4/06), kerusakan jalan mulai dari Desa Tanjung Pasir hingga Desa Pemulutan Ilir, kerusakan jalan tersebut diduga akibat pondasi jalan tidak terlalu padat serta pengaspalan yang sangat tipis, selain itu, banyaknya kendaraan truk yang mengangkut tanah timbunan melewati jalan tersebut, tampak laju kendaraan berjalan melamban demi menghindari kerusakan jalan tersebut.

Warga sekitar Zamiri, (55) membenarkan kalau jalan tersebut mulai di aspal pada akhir tahun tahun 2020 lalu menjelang pilkada Ogan Ilir menurunya jalan sempat sebagian pernah perbaiki namun hanya sebagian 

“Jalan ini dibagun pada tahun 2020 lalu sebelum pilkada Ogan Ilir dan sempat diperbaiki namun tidak secara keseluruhan hanya beberapa titik saja”, tutur Zamiri.

Lebih lanjut dirinya menyayangkan atas kerusakan tersebut, kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan kerusakan jalan semakin parah. Selain itu, kendaraan yang lewat bukan saja kendaraan mini bus berukuran kecil, tapi ada juga kendaraan truk mengangkut tanah dengan tonase yang berat, menurut Zamiri salah satu kendaraan yang sering lewat yaitu dari kendaraan perusahaan. 

Dilokasi yang tidak terlalu berjauhan didapati kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan yaitu jembatan penghubung antara desa Pemulutan Ilir dan Desa Lebung Jangkar tampak beberapa pembatas jembatan yang keropos dan bahkan sebagian sudah terlepas, dikhawatirkan ada korban terjatuh saat melewati jembatan tersebut warga sekitar memasang  pembatas seadanya hanya dengan menggunakan bambu yang di ikat pada pembatas jembatan tersebut.

Menurut Kepala Desa Lebung Jangkar, Padila Sandi, mengungkap kondisi jembatan memang sangat memprihatikan dengan kondisi sebagian pembatas sudah lepas dan sebagian sudah berkarat, menurut Padil jembatan tersebut memang sudah layak untuk di perbaiki mengingat usia jembatan terbilang  sudah tua, ungkapnya pembangunan jembatan tersebut dilakukan pada tahun 2008, 

“Jembatan dibangun pada tahun 2008 lalu pada saat penimbunan jalan, wajar saja kalau kondisinya berkarat dan rusak, saya berharap kepada pihak terkait selain di perbaiki juga dilakukan pelebaran menjadi dua jalur”, ungkapnya.

Pada saat melintas pengendara mengalami kesulitan, karena tidak bisa melihat kendaraan yang berada di arah berlawanan yang hendak menyeberang melewati jembatan tersebut. tutupnya (SON)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.