Redho Junaidi: Klien Kami Dijadwalkan Ulang Pemeriksaan Kesehatan


 

PALEMBANG, SP - Perkara dugaan korupsi dana hibah sebesar Rp 130 miliar dari Pemprov Sumsel tahun anggaran 2015 dan 2017 untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, prosesnya masih terus berjalan.

Baik dalam proses penyidikan kepada dua tersangka Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi. Begitu juga, dengan proses persidangan untuk empat terdakwa yakni, Eddy Hermanto, Syarifuddin, Dwi Kridayani, dan Yudi Arminto.

Akan tetapi dalam perjalanan proses penyidikan, salah satu tersangka Ahmad Nasuhi dikabarkan sakit.

Hal itu diketahui, saat tim kuasa hukum Ahmad Nasuhi mengajukan surat permohonan izin perawatan kesehatan kepada penyidik Kejati Sumsel.

Surat permohonan tersebut, dikarenakan Ahmad Nasuhi sejak lama menderita penyakit Hydrosefalus dan Anuarisma.

Yang mana pada tahun 2019 lalu, Ahmad Nasuhi pernah menjalani operasi penyedotan cairan di otak atas penyakit Hydrosefalus yang dideritanya.

Redho Junaidi SH MH, kuasa hukum Ahmad Nasuhi mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan pembantaran kepada penyidik Kejati Sumsel.

"Kemarin kita sudah melakukan medical cek up di RSMH Kota Palembang. Setelah itu ternyata dokter menyarankan klien kami untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada syaraf pembuluh darahnya," kata Redho saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jum'at (27/8/2021).

Dijelaskannya, jika dokter RSMH Palembang, dr Pinto D Ramadhoni Sp S menjadwalkan pada Selasa (31/8/2021) mendatang, untuk melakukan pemeriksaan pada syaraf pembulu darah, terkait penyakit Anuarisma yang diderita kliennya.

"Maka dari itu dengan dasar hak asasi manusia, kami selaku kuasa hukum klien kami mengajukan permohonan pembantaran guna pemeriksaan kesehatan. Yang mana kami meminta pada Senin (30/8/2021) nanti, untuk kembali membawa klien kami ke rumah sakit," ujar Redho.

Redho mengatakan, pada pemeriksaan kesehatan selanjutnya, kemungkinan besar Ahmad Nasuhi akan menjalani rawat inap.

"Pasalnya, kalau tidak salah akan dimasukan camera pada pembuluh darah klien kami, untuk melihat apakah kondisi pembulu darahnya baik-baik saja. Tapi, yang dapat memastikannya ada dokternya nanti," tutupnya. (Ariel)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.