PALEMBANG, SP - Walikota Palembang,Ratu Dewa bersama Sultan Palembang memimpin pawai Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) dengan start dan Finish Lawang Borotan Kawasan Benteng Kuto Besak,(BKB),Sabtu,(03/01/2026.
Peringatan yang bertemakan "Dengan Semangat Juang Pertempuran Lima Hari Lima Malam , Kita Lestarikan Cagar Budaya Berbasis Pertahanan”. Memulai pawai dari Lawang Borotan menuju Jalan Jenderal Sudirman hingga Rs Charitas lalu berbelok menuju Jembatan Ampera ke arah Jalan Jalan KH Wahid Hasyim lalu berbelok Jalan Walikota H Husni dan lalu naik ke Jembatan Musi VI,berbelok ke Jalan Makrayu, Kecamatan IB II lalu berbelok ke jalan Kironggo Wirosentiko dan lurus kearah Masjid Al Mahmudiyah (juga dikenal sebagai Masjid Suro) terletak lalu berbelok ke kiri ke Jalan Ki Gede Ingsuro menuju Jalan Sungai Tawar dan berakhir finish di Lawang Borotan.
Dengan mengenakan seragam ala perang kemerdekaan lengkap dengan atributnya, Wali Kota Palembang,Ratu Dewa tampak larut dalam suasana pawai tersebut,sambil mengendari jeep jenis Jeep Ford GPW didampingi Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja,Ketua Pelaksana P5H5M Vebri Al Lintani, Ketua Umum (Ketum) Komunitas Jeep Pariwisata (KJP) H Darmawan. Sementara,dibelakangnya tampak iring-iring kendaraan tua berupa jeep jenis
Willys, Jeep Ford GPW, , disusul oleh sepeda ontel yang dikayuh oleh pemuda-pemudi berseragam pejuang ikut memeriahkan suasana peringatan P5H5M.
Pertunjukan seni dan tradisi ditampilkan, mulai dari kuntau, CBCA, syarofal anam, hingga korsik biola dan saksofon yang membawakan lagu-lagu perjuangan seperti Gugur Bunga serta lagu-lagu Nusantara.
Pertunjukan teatrikal dan pantomim turut menguatkan narasi heroisme rakyat Palembang dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.
Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa Msi , menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menyebarluaskan nilai-nilai sejarah perjuangan, khususnya kepada anak-anak sekolah dari tingkat TK hingga SMP.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami besarnya pengorbanan para pejuang, baik nyawa, waktu, maupun tenaga, demi kemerdekaan bangsa.
Menurutnya nilai perjuangan harus ditanamkan sejak dini, agar anak-anak memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui pengorbanan yang tidak kecil.
"Lima Hari Lima Malam bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan kita dibayar mahal. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan karya,” tegas Ratu Dewa.
Ia menambahkan bahwa peringatan ini adalah jembatan antara sejarah dan masa depan, antara darah para pejuang dan semangat generasi penerus.
" Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, Palembang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup berdenyut dalam setiap langkah," ujarnya penuh semangat.
Ia menambahkan, peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kegiatan strategis yang telah masuk dalam kalender event Dinas Pariwisata Kota Palembang, sehingga akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.(*)
