Seluruh SMP Negeri di Palembang Sudah PTM Senin Nanti

PALEMBANG, SP - Sekitar 61 SMP di Kota Palembang Senin, 13 September nanti Pemerintah Kota Palembang memastikan seluruhnya akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Sebelumnya, Senin 6 September baru 30 SMP yang melakukan PTM dengan protokol kesehatan ketat, baik itu SD maupun SMP. Dinas Pendidikan Kota Palembang terus patroli ke sekolah-sekolah untuk mengawasi pelaksanaannya, gunanya untuk memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, setelah dilakukan evaluasi saat ini 51 SMP sudah melaksanakan PTM. Selanjutnya Senin nanti seluruh SMP negeri di Palembang melakukan PTM.

"Seluruh SMP negeri melaksanakan PTM, setelah dievaluasi memenuhi syarat. Nanti untuk SD secara bertahap mengingat syarat harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat," katanya, Jumat (10/9/2021).

Sementara itu, Kepala Diknas Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan PTM 100 untuk tingkat SMP Negeri tanggal 13 September nanti. 

"Untuk swasta masih kami berikan kesempatan untuk mengajukan, dan akan kita verifikasi, kalau memang sudah siap akan kita setujui. Jadi tidak serta merta kita setujui, kita tetap memperketat protokol kesehatan yang harus dipatuhi," katanya.

Zulinto menegaskan, untuk SMP PTM nya diupayakan 100 persen. Sedangkan, untuk SD Negeri tanggal 13 nanti ada penambahan lagi yakno tiga negeri dan dua swasta. 

"Ada lima tambahan sekolah lagi yang memulai sekolah tatap muka, tapi kita lihat dulu kalau sekolah tersebut keberatan akan kita tawarkan kebijakan," katanya.

Pihaknya juga terus melakukan evaluasi bersama tim pengawas terhadap sekolah yang telah menerapkan PTM, apakah ditambah atau tidak. 

"Alhamdulillah hasil evaluasi dan angket di lapangan pelaksanannya sudah berjalan baik, hanya saja kami sedang mengevaluasi mungkin ada metode baru secara teknis karena ada beberapa sekolah yang belum memperhatikan protokol kesehatan, seperti teknis antar jempus siswa yang masih ada kerumunan," katanya.

Untuk itu, jarak sesion pertama dan kedua itu diberi jarak 1 jam, sehingga antara penjemputan dan pengantaran siswa itu sering terjadi kerumunan. 

"Karena wali murid yang saking antusiasnya sebelum jam pulang anaknya sudah jemput, seperti di Muhammadiyah mobil menumpuk dan terjadi kerumunan. Nah ke depan Satgas sekolahnya perlu diberitahu. Sebetulnya anak itu menunggu di dalam, sehingga tidak ada pertemuan antara siswa pulang dan siswa yang baru datang," katanya. 

Seperti lanjut dia, SD Negeri 138  dimana orangtua siswa membawa papan nama anak yang akan dijemput. Ia mengapresiasi upaya sekolah yang mematuhi protokol kesehatan sehingga mengantisipasi kerumunan tersebut. 

"Kami sangat mengapresiasi sekolah tersebut, kami berharap ditiru oleh sekolah lainnya," imbuhnya.

Zulinto menegaskan, pihaknya terus patroli untuk mengawasi sekolah yang dianggap tidak sesuai aturan akan diberlakukan buka tutup. 

"Kita bersama tIm Satgas Covid-19 terus mengawasi setiap hari sekolah, kalau memang tidak sesuai akan disanksi yakni ditutup lagi sekolahnya, jadi sistem buka tutup masih kita lakukan, demi terlaksananya PTM yang sesuai harapan kita," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.