PALEMBANG,SP – Rencana pembukaan wisata tower Jembatan Ampera yang ditargetkan mulai dibuka untuk umum pada 1 Februari 2025 hingga kini belum juga terealisasi. Hingga Januari 2026, wisata menara di ikon kebanggaan Kota Palembang tersebut masih belum beroperasi.
Kondisi ini membuat masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya warga Palembang, harus menunda keinginan menikmati sensasi melihat panorama Kota Palembang dan Sungai Musi dari ketinggian tower Jembatan Ampera. Bahkan hingga saat ini, belum ada kepastian waktu pembukaan wisata tersebut untuk umum.
Wali Kota Palembang, Drs Ratu Dewa, M.Si, mengungkapkan bahwa belum beroperasinya wisata tower Jembatan Ampera disebabkan oleh belum rampungnya proses perizinan pinjam pakai aset dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“(Wisata tower) Ampera masih menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Dua tower itu belum bisa diresmikan karena asetnya belum diserahkan ke Kota Palembang,” ujar Ratu Dewa.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palembang sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk mengelola wisata tower Jembatan Ampera dan menjadikannya sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, karena pengelolaan dan kepemilikan aset masih berada di bawah BBPJN, Pemkot belum dapat melakukan pengelolaan secara langsung.
“Kita tentu punya keinginan besar untuk meningkatkan PAD dari ikon Kota Palembang ini. Namun dari pihak BBPJN dan Kementerian PUPR, izinnya masih dalam proses. Pak Gubernur Sumsel juga sudah menelepon dan saat ini kita menunggu tindak lanjut serta progresnya,” jelas Dewa.
Diketahui sebelumnya, pengelola utama Jembatan Ampera adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
BBPJN Sumsel bertanggung jawab atas pemeliharaan, perawatan, serta revitalisasi Jembatan Ampera, termasuk kegiatan rutin seperti pembersihan, pengecatan, pengecekan struktur, hingga pembangunan fasilitas pendukung seperti lift otomatis pada tower jembatan.
Masyarakat pun berharap agar proses perizinan dapat segera diselesaikan, sehingga wisata tower Jembatan Ampera dapat dibuka dan menjadi destinasi unggulan baru sekaligus penambah pendapatan daerah bagi Kota Palembang. (Ara)
