Notification

×

Tag Terpopuler

Alex Noerdin: Menembus Batas, Menantang Arus

Thursday, February 26, 2026 | Thursday, February 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T12:42:37Z

 



Opini oleh: Sobirin Malian (asal Gunung Meraksa Baru__Sedusun ngen Mang Alex)


Dalam catatan sejarah kepemimpinan daerah di Indonesia, nama Alex Noerdin berdiri sebagai simbol keberanian yang jarang tertandingi. Beliau adalah sosok yang percaya bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari zona nyaman. Baginya, memimpin bukan tentang mencari popularitas semu, melainkan tentang mengambil keputusan-keputusan sulit yang dampaknya mampu melintasi generasi.


Keberanian di Atas Kalkulasi Biasa

Sejak awal masa kepemimpinannya, Alex telah memilih jalan yang terjal. Ketika banyak pihak meragukan kemampuan anggaran daerah, beliau dengan berani memancangkan bendera Sekolah Gratis dan Berobat Gratis. Ini adalah risiko politik dan administratif yang besar. 


Namun, bagi Alex, risiko tersebut jauh lebih kecil dibandingkan risiko melihat rakyatnya tidak bisa sekolah atau jatuh miskin karena biaya rumah sakit yang tak terjangkau. Ia lebih memilih dikritik karena kebijakan yang ambisius daripada diam dalam kemapanan yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat.

Cara berfikir seperti ini, bisa jadi yang disebut orang dengan karakter!


Transformasi yang Membelah Opini

Visi Alex sering kali dianggap terlalu "berlari cepat" oleh zamannya. Pembangunan Jakabaring Sport City, misalnya, hingga kehadiran LRT pertama di Indonesia bukanlah tanpa hambatan. Di tengah sanjungan, tak jarang beliau menghadapi gelombang skeptisisme dan kritik tajam. Namun, di sinilah letak kualitas (karakter)  kepemimpinan Alex Noerdin: beliau memahami betul bahwa dalam setiap langkah besar, akan selalu ada yang suka dan tidak suka.


Beliau memandang pro-kontra bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai konsekuensi logis dari sebuah kepemimpinan yang progresif. Ia menganggap suara-suara sumbang sebagai dinamika yang biasa dalam demokrasi. Tanpa gentar, beliau tetap melangkah, karena komitmennya bukan pada pujian sesaat, melainkan pada kemajuan nyata yang bisa dilihat, dirasakan, dan dibanggakan oleh masyarakat.


Mengutamakan Kemanusiaan di Balik Infrastruktur

Meski dikenal melalui pembangunan fisik yang monumental, detak jantung kepemimpinan Alex tetaplah untuk kesejahteraan rakyat. Baginya, stadion internasional atau transportasi modern hanyalah alat untuk mengangkat harga diri bangsa dan menggerakkan ekonomi akar rumput. Di balik sosoknya yang tegas dan penuh nyali, ada keinginan kuat untuk menempatkan daerahnya di peta dunia, agar rakyatnya tidak lagi dipandang sebelah mata.


Warisan Sang PetarungAlex Noerdin meninggalkan sebuah pelajaran berharga bagi para pemimpin masa depan: bahwa integritas diuji saat kita berani mengambil risiko demi kepentingan orang banyak. Ia telah membuktikan bahwa dengan nyali dan visi, keterbatasan bisa diubah menjadi peluang.


Kini, setelah semua perjalanan panjang itu, kita mengenangnya bukan hanya sebagai seorang Gubernur atau Bupati, tetapi sebagai seorang petarung pembangunan yang tak gentar menghadapi badai. Jejaknya abadi dalam senyum anak-anak sekolah, kemudahan layanan kesehatan, dan kemegahan infrastruktur yang kini menjadi jati diri daerah. Beliau telah menuntaskan tugasnya dengan berani, meninggalkan warisan yang akan terus berbicara meski raga telah tiada.


Mendengar berita kepergiannya, tak terasa ada bulir-bulir air mata menetes…tidak mudah mendapatkan pemimpin sEperti beliau…selamat jalan Mang Alex…!..doa kami menyertaimu.(Jogja, 25 februari 2026).

×
Berita Terbaru Update