Notification

×

Tag Terpopuler

Ekonomi Palembang Tumbuh 5,91 Persen, Pelemahan Rupiah Belum Berdampak Signifikan

Wednesday, June 10, 2026 | Wednesday, June 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T10:24:44Z


PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah. 


Hal ini terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi Kota Palembang pada triwulan I tahun 2026 yang menunjukkan peningkatan cukup tinggi.


Asisten II Setda Kota Palembang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Isnaini Madani, mengatakan pertumbuhan ekonomi Kota Palembang pada triwulan I 2026 mencapai 5,91 persen, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,14 persen.


Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pemangku kepentingan yang turut mendukung aktivitas ekonomi di Kota Palembang.


“Pertumbuhan ekonomi Kota Palembang mencapai 5,91 persen. Jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,14 persen, tentu ini patut diapresiasi. Banyak stakeholder yang berperan sehingga pertumbuhan ekonomi Palembang meningkat cukup signifikan,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).


Isnaini menjelaskan, terdapat sejumlah sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Di antaranya sektor akomodasi dan makan minum, jasa pendidikan, real estate, serta informasi dan komunikasi.


Keempat sektor tersebut dinilai menunjukkan kinerja yang sangat baik sepanjang Januari hingga Maret 2026.


“Kalau dilihat dari triwulan pertama, pergerakan pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut sangat luar biasa dan menjadi penyumbang utama peningkatan ekonomi Palembang,” katanya.


Terkait pelemahan rupiah, Isnaini menilai dampaknya saat ini lebih dirasakan pada produk-produk impor seperti elektronik, telepon genggam, dan barang-barang lain yang masih bergantung pada bahan baku atau pasokan luar negeri.


Sementara itu, sektor properti atau real estate di Palembang dinilai relatif aman dari gejolak kurs karena sebagian besar pengembang masih menggunakan material dan bahan bangunan yang berasal dari dalam negeri.


“Untuk sektor real estate sejauh ini belum terpengaruh oleh pelemahan rupiah karena pengusaha masih banyak menggunakan bahan-bahan lokal,” jelasnya.


Pemkot Palembang juga optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan berlanjut pada triwulan II 2026. Optimisme tersebut didukung oleh berbagai kegiatan yang mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.


Salah satu faktor yang diyakini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi adalah pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang saat ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.


“Kami berharap pada April, Mei, dan Juni pertumbuhan ekonomi tetap signifikan. Apalagi sekarang sudah ada CFD dan CFN yang sangat diminati masyarakat sehingga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Isnaini. (Ara)

×
Berita Terbaru Update