PALEMBANG,SP – Produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat yang masih tergolong rendah terus menjadi perhatian. Budidaya yang benar dibidik agar hasil panen naik dua kali lipat.
Agar hasil sesuai target, IPB Training melatih Budidaya Kelapa Sawit kepada 99 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel), di Hotel Beston Palembang, 14–19 Juli 2026. Bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pekebun dalam menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP) guna mendongkrak produktivitas perkebunan rakyat.
Lead Trainer IPB Training, Prof. Dr. Hariyadi, M.S., mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci peningkatan produktivitas sawit rakyat. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya sesuai standar sehingga hasil produksi dapat meningkat secara berkelanjutan.
"Jika praktik budidaya dilakukan sesuai standar GAP, produktivitas kebun rakyat dapat ditingkatkan sekaligus mendukung pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan," ujarnya.
Selama enam hari pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang mencakup pembangunan kebun, teknik pembibitan, pemilihan benih unggul, metode penanaman, pengaturan jarak tanam, sistem pengairan, hingga teknik pemupukan yang efektif dan efisien.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat yang selama ini masih berada di bawah potensi. Saat ini, perkebunan rakyat menyumbang sekitar 42 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional, namun produktivitasnya baru mencapai sekitar 3 ton CPO per hektare per tahun.
Pemerintah menargetkan produktivitas tersebut meningkat hingga 6 ton CPO per hektare per tahun melalui penerapan GAP secara konsisten.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas, Kgs M. Effendi Fery, S.STP., M.Si., menyampaikan program pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi pekebun maupun penyuluh dalam mengelola kebun kelapa sawit secara profesional.
Menurutnya, penerapan teknik budidaya yang baik tidak hanya akan meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga mendorong terwujudnya perkebunan sawit yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Musi Rawas pada 2025 mencapai 63.867,50 hektare. Namun, produktivitasnya masih berkisar antara 1,5 hingga 2 ton per hektare per tahun, jauh di bawah potensi produksi yang ditargetkan mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektare per tahun.
"Karena itu, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para pekebun di Musi Rawas agar mampu meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknik budidaya yang benar," katanya.
Melalui peningkatan kapasitas pekebun, pemerintah berharap sektor kelapa sawit tetap menjadi salah satu penopang perekonomian daerah, mampu menyerap tenaga kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Ara)
