PALEMBANG,SP – Universitas PGRI (UPGRI) Palembang terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan era Super Smart Society 5.0.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Nasional Pascasarjana bertema "Reimajinasi Pendidikan: Membangun Ekosistem Pembelajaran Adaptif, Inovatif, dan Berkarakter Menuju Era Super Smart Society 5.0" yang digelar di Aula Gedung Guru PGRI Palembang, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 387 mahasiswa, termasuk sekitar 30 peserta dari berbagai provinsi, serta guru-guru dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
Rektor Universitas PGRI Palembang, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., mengatakan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam menghadapi perkembangan Society 5.0. Menurutnya, sejumlah negara maju seperti Jepang telah menerapkan konsep tersebut sejak 2021, sementara Indonesia masih berproses dari era Industri 4.0 menuju Society 5.0.
"Meski sedikit terlambat, kita tidak boleh stagnan. Kita harus terus maju melalui perubahan dan penyesuaian kurikulum menjadi lebih adaptif, inovatif, serta sesuai dengan perkembangan zaman agar mampu memenuhi kebutuhan pendidikan di masyarakat," ujarnya.
Bukman menegaskan, Universitas PGRI Palembang telah mulai mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang dipadukan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan penguatan kompetensi di bidang robotika.
"Kami ingin alumni Universitas PGRI Palembang mampu bersaing di semua lini. Mereka dibekali pemahaman AI, mencari guru-guru yang memiliki keahlian di bidang robotik, sehingga lulusan kita mampu beradaptasi di mana pun berada, tidak canggung menghadapi perubahan, dan menjadi garda terdepan dalam dunia pendidikan," katanya.
Ia menambahkan, baik mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana akan memperoleh pembelajaran yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru, bukan hanya berorientasi pada teori lama.
"Dengan begitu, alumni PGRI Palembang diharapkan semakin siap memasuki dunia kerja dan diterima oleh masyarakat karena memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan," tambahnya.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi dari empat narasumber nasional sesuai bidang keilmuan masing-masing. Materi manajemen pendidikan disampaikan oleh Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si. dari Universitas Pakuan Bogor. Bidang Bahasa Indonesia adaptif disampaikan Prof. Dr. Dyah Wardiningsih, M.Pd. dari Universitas Islam Malang.
Sementara itu, materi Bahasa Inggris dibawakan Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang, sedangkan materi ilmu pedagogik disampaikan Prof. Dr. Heni Mulyani, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Bukman berharap kehadiran para pakar tersebut mampu memperkaya wawasan peserta dan meningkatkan kualitas lulusan Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Sementara itu, Plt Direktur Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, Dr. Reva Maria Valianti, S.E., M.Pd., M.M., menjelaskan seminar nasional merupakan bagian dari program akademik yang dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
"Sesuai program rektor, mahasiswa Pascasarjana ditargetkan dapat menyelesaikan pendidikan dalam tiga semester. Selama ini berbagai kegiatan akademik seperti seminar nasional, seminar internasional hingga studi internasional telah dijadwalkan secara terstruktur sehingga tidak menghambat mahasiswa untuk lulus tepat waktu," jelasnya.
Melalui seminar nasional ini, Universitas PGRI Palembang berharap mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, berkarakter, serta menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0. (Ara)
