PAGAR ALAM,SP — Ketua MWCNU Pagaralam Utara, Ustaz Idris Pirnando, terus aktif memberikan pembinaan dan tausyiah kepada masyarakat, khususnya jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Pagaralam.
Di tengah kesibukannya dalam berbagai kegiatan keagamaan, Ustaz Idris Pirnando kembali diundang untuk memberikan tausyiah kepada jamaah Muslimat dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Amin, Gunung Gendang, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Idris mengajak para jamaah untuk meningkatkan perhatian terhadap pendidikan dalam rumah tangga, terutama dalam memberikan pendampingan, perhatian, serta keteladanan kepada anak-anak.
Menurutnya, ibu memiliki peran penting dalam proses pendidikan anak karena menjadi sosok yang pertama kali berinteraksi dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibu adalah pendidik yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, ibu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak,” ujar Ustaz Idris dalam tausyiahnya.
Ia menjelaskan, masa depan anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang diberikan sejak berada di lingkungan keluarga. Keteladanan orang tua, khususnya ibu, akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan perilaku dan karakter anak.
Pendidikan di dalam rumah tangga juga berpengaruh terhadap bagaimana anak bergaul, memilih teman, serta mencontoh perilaku orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan mampu memberikan contoh yang baik melalui perkataan maupun perbuatan sehari-hari.
Ustaz Idris juga mengingatkan jamaah mengenai ungkapan “Al-Ummu Madrasatul Ula”, yang bermakna bahwa ibu merupakan madrasah atau pendidik pertama bagi anak.
Karena itu, ia mengajak para ibu untuk senantiasa menjaga perkataan, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dilakukan dan diucapkan orang tua, kata dia, berpotensi menjadi contoh yang ditiru oleh anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Idris Pirnando juga terus memberikan motivasi kepada jamaah Nahdliyah agar senantiasa menjalankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam mendidik dan membimbing anak-anak.
Ia juga mengajak para ibu untuk tidak pernah berhenti mendoakan anak-anak agar kelak tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah serta memiliki masa depan yang baik.
“Semoga anak-anak kita menjadi keturunan yang saleh dan salehah, berakhlak baik, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, dan bangsa,” pesannya.
Kegiatan tausyiah tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan sekaligus penguatan peran keluarga dalam membentuk karakter generasi penerus melalui pendidikan dan keteladanan sejak dini. (*)
