Notification

×

Tag Terpopuler

Ribuan Jemaah Bermunajat, Berharap Hujan Segera Turun Usir Kabut Asap Palembang

Thursday, October 08, 2026 | Thursday, October 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T06:10:06Z

 


PALEMBANG,SP – Pemerintah Kota Palembang bersama ribuan jemaah menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Darusaid, Kamis (8/10/2026) pagi. Dalam suasana penuh kekhusyukan, para jemaah bermunajat kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk mengakhiri musibah kabut asap yang mengepung Sumatera Selatan.


Suasana haru dan khidmat terasa sejak acara dimulai. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan menambah kekhusyukan dalam rangkaian peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.


Kegiatan diawali dengan dzikir bersama yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memohon ampunan atas segala dosa.


Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, dalam sambutannya mengajak seluruh umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum spiritual untuk memperkuat doa dan kepedulian terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.


"Melalui tema meneladani akhlak Rasulullah SAW memperkuat ukhuwah dan semangat peduli menuju Palembang sejahtera dan religius, mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi SAW ini sebagai momentum penting kita umat Islam khususnya masyarakat Kota Palembang untuk memanjatkan doa dengan khusyuk kepada Allah SWT agar musibah kabut asap yang saat ini terjadi cepat berlalu dan segera diturunkan hujan," ujar Aprizal.


Ia juga berharap forum keagamaan, masjid, majelis taklim, ulama, serta tokoh agama dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Palembang dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.


"Saya berharap, melalui momentum ini, forum-forum keagamaan dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Palembang dalam menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Mari kita bersama-sama menjaga Palembang sebagai kota yang Zero Konflik," tegasnya.


Aprizal juga mengajak masyarakat mewujudkan Palembang sebagai kota yang penuh keberkahan dan kerukunan.


"Mari kita wujudkan bersama Palembang sebagai Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, negeri yang baik, masyarakatnya rukun dan sejahtera, serta senantiasa mendapat keberkahan dan ampunan dari Allah SWT," tambahnya.


Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Firdaus Hasan mengingatkan jemaah tentang teladan Rasulullah SAW ketika menghadapi kemarau panjang.


"Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat menghadapi musim kemarau yang panjang, beliau tidak hanya mengeluh atau berpasrah tanpa usaha. Beliau mengajak seluruh umat untuk keluar, merendahkan diri, dan menggelar Shalat Istisqa serta memperbanyak doa bermunajat," jelasnya.


Menurut Firdaus, bermunajat merupakan bentuk komunikasi batin seorang hamba kepada Sang Pencipta dengan penuh kerendahan hati dan keikhlasan.


"Hari ini, marilah kita bersama-sama menundukkan kepala, melunakkan hati, dan menanggalkan segala kesombongan. Kita mengetuk pintu langit dengan penyesalan atas dosa-dosa kita dan keikhlasan dalam berdoa," tuturnya.


Rangkaian doa bersama tersebut berlangsung penuh haru. Isak tangis terdengar dari sejumlah jemaah yang larut dalam munajat, memanjatkan harapan agar hujan segera turun sehingga kabut asap yang menyelimuti Palembang dan wilayah Sumatera Selatan segera berlalu.


Para jemaah berharap hujan menjadi salah satu ikhtiar untuk mengakhiri kondisi kabut asap dan membuat masyarakat Palembang kembali dapat menghirup udara dengan lebih lega. (Ara)

×
Berita Terbaru Update