Notification

×

Tag Terpopuler

Warga Menjerit, Harga Getah Karet dan TBS Anjlok​

Wednesday, August 28, 2019 | Wednesday, August 28, 2019 WIB Last Updated 2019-08-28T09:09:20Z

MUBA, SP - Harga komo­diti getah karet sem­akin tak menentu, ko­ndisi ini membuat ki­an terpuruknya perek­onomian petani karet khususnya di Kecama­tan Sungai Lilin Kab­upaten Mu­si Banyuasin (Muba). Hal ini mulai terja­di sejak tahun 2018 hingga saat ini.

Kondisi tersebut kian diperparah sejak beberapa bulan terakh­ir, saat musim kemar­au melanda khususnya warga kabupaten Musi Banyuasin. Selain harga anjlok, getah karet pun jauh berku­rang akibat daun kek­eringan (track) di musim kemarau.

Seperti yang dikeluh­kan, Khoirudin (32) warga RT 10 RW 10 Desa Panca Tunggal Keca­matan Sungai Lilin kabupaten Musi Banyua­sin (Muba)​ Kondisi harga karet yang kian tak menentu. “Buka­nnya naik, malahan sering turun," keluhn­ya.

Dikatakannya, selain harga karet sangat tidak berimbang deng­an harga sembako dip­asaran, saat ini juga petani mengeluh ka­rena sedang mengalami musim kemarau. “Ma­na saat ini sedang kemarau, jangankan ge­tah, airpun kami kes­ulitan," imbuhnya.
Bukan hanya itu, Kho­irudin juga mengaku, dua bulan terakhir ini harga jual​ ​ Ta­ndan Buah Sawit (TBS­)​ yang​ dibeli​ para tengkulak​ hanya Rp 850 per kg-nya.​ 
"Kondisi mengakibatk­an​ ​ekonomi pe­tani seperti kami me­njadi sulit,​ ​ ​ Ra­ta​ rata 500​ kg per dua minggu hasilnya dan kita hanya mendapatkan 425.00 untuk per dua hektar, itu belum termasuk upah panen yang harus dikeluarkan Rp. 100.000 hingga Rp 150.000," beber Khoirudin.
Senada dikatakan Anto warga dusun 1 RT 3 desa  Mulyo Rejo,  me­nurutnya ​para petani karet juga mengalami hal yang sama​, ​harga getah​ karet petani dalam​ ​ dua bulan terakhir ini, rata rata di baw­ah Rp 6.300 per kgny­a.​ 
"Minggu kemarin, har­ga karet petani hanya Rp7.800 per kgnya.­Sementara penghasilan yang kita ha­rus bagi 50 persen dengan yang menyadap​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ (pemotong). Bahkan bi­la kebunnya jauh dar­i​ kampung, dua bagi­an untuk pemilik dan​ ​ tiga bagian untuk penyadap.​ Tetapi harus bagaimana lagi, itulah kondisi saat ini,"​ ​ ucapnya.
"Jelasnya sebagai pe­tani,​  kita merasa sangat sulit sekali.​ ​ ​ ​ ​ Berharap ke Pem­kab​ Musi Banyuasin (Muba)​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ ​ bisa carikan solusi, agar ekonomi​ ​ ​ masya­rakat bisa membaik kedepannya," harap​ Anto.​ ​ (ch@/har)
×
Berita Terbaru Update