![]() |
| (foto/ist) |
PALEMBANG, SP - Setelah sempat mencoba menghidupkan pasar terapung di Sungai Sekanak yang tidak bertahan lama, gaya berjualan di atas perahu ini mulai digagas kembali di perairan Musi II.
Upaya mengembalikan tempat pertemuan antara pedagang dan pembeli di atas Sungai Musi ini akan dilakukan Pemerintah Kota Palembang dalam waktu dekat ini. Pasar terapung dulunya menjadi pusat denyut nadi perekonomian di aliran Sungai Musi.
Meskipun pernah dilakukan di Sekanak, pasar ini kembali digagas lantaran pasar kalangan (Pasar musiman) yang tak pernah sepi pembeli dan pedagang yang terletak di bawah Jembatan Musi II Kecamatan Gandus Palembang.
Tepat berada dipinggiran Sungai Musi dinilai paling tepat untuk menjadi lokasi Pasar Terapung yang telah hilang. "Pasar Terapungnya kita masih mematangkan konsep, pakai perahu atau rakit," kata Kepala Bapedda Litbang Kota Palembang, Harrey Hadi, Senin (2/8/2019).
Dengan adanya Pasar Terapung ini, kata Harrey, selain akan menjadi destinasi wisata baru, juga akan meningkatkan perekonomian warga setempat. Tidak kalah pentingnya akan meninggalkan kesan kumuh di bawah jembatan Musi II, yang kini terus menerus ramai menjadi pusat niaga baru di Kota Palembang.
"Selain itu, kondisi kalangan bisa ditata lebih rapi lagi. Dan bisa lebih menarik karena transaksi jual beli dilakukan di sungai," jelasnya.
Namanya Pasar Terapung, katanya seluruh pedagang tidak lagi berada di tempat sebelumnya, yakni membuka lapak dagangan mereka di atas tanah di bawah jembatan, melainkan akan berada di atas sungai nantinya.
"Pedagang yang ada akan kita pindahkan, nantinya akan kita buat dermaga untuk memudahkan pedagang dan pembeli turun naik untuk berbelanja," ujarnya.
Untuk lebih menarik dan tidak sepi antara pedagang dan pembeli, saat ini katanya, masih mencari management pasar yang bagus, sehingga pasar apung itu nantinya tidak kalah dengan Pasar Terapung di Banjarmasin.
"Palembang dulu pernah populer dengan pasar terapungnya. Kita mau hidupkan lagi suasana itu," katanya. (Ara)
