Notification

×

Tag Terpopuler

Sumsel Masih Darurat Asap

Sunday, October 13, 2019 | Sunday, October 13, 2019 WIB Last Updated 2019-10-13T04:59:34Z
Jembatan Ikonik Kota Palembang Hilang Ditelan kabut asap yang semakin pekat menjelang sore hingga malam (foto/fly) 
- Asap Semakin Pekat Ketika Menjelang Sore dan Malam Hari

PALEMBANG, SP - Terpantau dalam tiga hari belakangan ini asap pekat kembali sambangi Kota Palembang dan beberapa wilayah khususnya yang terdapat karhutla. Bahkan, data dari satelit BMKG di Bandara SMB II Palembang menyatakan jika kemarin jarak pandang di pagi hari sempat mencapai menyentuh titik 50 meter.

Bahkan bencana kabut asap terutama yang terjadi dikota metropolis menjelang sore hari hingga malam semakin membuat resah warga karena kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumsel yang belum sepenuhnya hilang meskipun dalam beberapa waktu ini hujan menghampiri sebagian wilayah di Sumsel termasuk daerah rawan karhutla.

Seorang warga Palembang bernama Sukri (39) mengaku sangat terganggu jika setiap hari menjelang sore, kabut asap nampak semakin pekat yang membuat nafas sesak dan perih dimata. Sukri menambahkan seperti tidak adanya keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah kabut asap ini.

"Sangat merasa terganggu sekali pak dengan bencana kabut asap ini, saya hanya kasihan ini sangat berdampak buruk bagi anak-anak yang terpapar dampak kabut asap. Saya saja sekarang ini meskipun menggunakan masker, tetap saja bau asap membuat sesak dan mata". Ujar sukri

Hal senada juga di ungkapkan oleh Renita (28) seorang pegawai toko baju yang hampir setiap harinya menjelang sore hari pulang kerja melintasi Jembatan Ampera. Dengan menggunakan masker.

Renita mengaku kondisi kabut asap yang terjadi sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari yang sering berlalu lalang baik pagi hari ketika hendak pergi kerja maupun menjelang sore hari saat jam pulang kerja.

"Saya tiap hari mas selalu pergi dan pulang kerja, jalan kaki lewat Jembatan Ampera ini. Tapi akhir-akhir ini karena kabut asap setiap pagi dan sore hari semakin pekat, bikin mata perih dan batuk- batuk mas. Oleh karena itu kadang saya naik angkutan umum yg berarti menambah pengeluaran saya". Keluhnya

Sementara itu berdasarkan data Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan), sejumlah hotspot (titik panas) yang tercatat saat ini di Sumatera Selatan ada 84 titik yang tersebar hampir disemua wilayah yang ada di Sumsel. Yang terutama wilayah Rawan Karhula seperti Kab. Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Kab. Musi Banyuasin dan Kab. Banyuasin.

Hal tersebut juga disampaikan oleh
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, Ansori beberapa waktu lalu yang mengatakan jika saat ini karhutla masih muncul di beberapa wilayah.

Ansori menjelas kan bahwa dari awal tahun 2019 sampai saat ini, terdapat luas area terbakar di wilayahnya akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 106.307 hektare. Dengan total luasan itu tersebar di 11 daerah di wilayah Sumatera Selatan.

"Yang paling luas itu di OKI dengan luas 40.165 Hektar dan Muba seluas 30.279 Hektar. Sedangan karhutla terendah ada di kota Palembang dengan 264 Hektar dan OKU Timur 152 Hektar, Bahkan Heli Watter Boombing sudah 578 kali terbang guna memadamkan Karhutla, sekali terbang bisa membawa 4000 sampai 5000 liter. Dengan ada 8 oprasional Heli di Sumsel," ujarnya. (Fly)
×
Berita Terbaru Update