Notification

×

Tag Terpopuler

Bangun Tiga Kolam Retensi Sekaligus di 2020

Monday, December 16, 2019 | Monday, December 16, 2019 WIB Last Updated 2019-12-16T03:21:29Z

PALEMBANG, SPBerdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Palembang, bahwa Palembang sekarang sudah memasuki musim hujan. Sehingga Pemerintah Kita Palembang memastikan penanggulangan banjir dilakukan dengan membangun tiga kolam retensi tahun depan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Palembang, Akhmad Bastari Yusak mengatakan, 2020 pihaknya akan membangun kolam retensi di tiga lokasi yang mana pembebasan lahan sudah dilakukan. Menurutnya, pembangunan ketiganya diusulkan menggunakan anggaran pusat tahun depan. Hal ini untuk meminimalisir penggunaan anggaran daerah.

"Di Kancil Putih 6000 meter persegi, belakang CGC Alang-Alang Lebar 2 hektar dan Kalidoni 1 hektar. Ada juga yang sudah diperbaiki di Tanjung Burung, Brimob Demang Lebar Daun dan Tanjung Sari," katanya, Minggu (15/12/2019).

Kolam retensi yang dijadikan alternatif mengurai genangan dan banjir di Kota Palembang tampaknya belum efektif lantaran jumlahnya masih sangat minim jika dibandingkan kebutuhan Kota Palembang. Hal tersebut disebabkan terkendalanya pembebasan lahan yang terkesan mahal. 

Bastari mrngatakan, dengan luasan Kota Palembang saat ini, kolam retensi yang harus dimiliki 77 kolam. Tetapi saat ini yang baru dimiliki ada 28 kolam yang tersebar terutama di dataran rendah. "Kita punya banyak planning untuk pembangunan kolam retensi tapi terkendala pembebasan lahan yang dibandrol sangat mahal permeternya," ujarnya.

Bastari mengatakan, seperti salah satunya pihaknya sudah membidik akan membangun kolam retensi di Kebun Bunga. Harga lahan yang ditawarkan pemilik Rp2 juta permeter. "Ini terlalu mahal, sementara lahan yang kita butuhkan 2 hektar. Kita akan cari lahan lain dan segera dianggarkan," katanya.

Penanggulangan banjir diakui PUPR sudah dilakukan sejak sebelumnya. Terutama saat ini berdasarkan pernyataan Kasi data dan Informasi BMKG Kelas 1 Palembang, Nandang Pangaribowo mengatakan, musim hujan terjadi di dasarian kedua bulan Desember. 

"Intensitas hujan masih ringan hingga sedang, tetapi tetap harus diwaspadai," ujarnya.

Menurut Nandang, memasuki periode akhir tahun harus diwaspadai angin kencang karena wilayah Sumsel sebagian besar tofografinya landai yang menyebabkan tekanan angin pecah di permukaan. Kecenderungan terjadi di Kabupaten Banyuasin, sebagian Musi Banyuasin, OKU Timur dan Kota Palembang. (Ara).
×
Berita Terbaru Update