![]() |
| Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus, (foto/net) |
PALEMBANG, SP - Pengolahan sampah dengan incenelator dipastikan ampuh menangani permasalahan sampah di Palembang sehingga mengurangi tumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan. Meski nilai investasi belum ditentukan namun dipastikan miliaran rupiah dan akan dibangun 2020.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandus mengatakan, rencana incenelator sudah digagas sejak tahun lalu. Saat ini proses tender sudah selesai dan dimenangkan oleh PT Indo Green Power.
"2020 pengerjaan fisik akan dimulai dan diperkirakan 2023 sudah operasional. Incenelator akan dibangun di Keramasan," katanya, Senin (16/12/2019).
Insenerator menjadi langkah pihaknya dalam menyelesaikan persoalan sampah. Dimana, tungku pembakaran akan menjadikan sampah menjadi energi listrik dan abunya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan batako.
"Nilai investasi masih dihitung tapi bisa sampai miliaran. Kedepan tidak ada lagi sampah yang menggunung dipinggiran kota," katanya.
Sebagai Kota yang tumbuh menjadi kota metropolitan, produksi sampah juga akan tumbuh setiap harinya. Menurut data yang disampaikan, dari total produksi sampah 1.400 ton per hari, hanya sekitar 900 ton yang bisa terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Penduduk kita berjumlah 1,8 juta jiwa, dimana produksi sampahnya 1.400 ton per hari. Dari total kapasitas TPA Karyajaya 40 hektar lama-lama akan menumpuk juga. Jadi teknologi insenerator dirasa cukup efektif," jelasnya.
Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, incenelator menjadi salah satu program prioritas 2020 untuk penanggulangan sampah. Palembang cukup bersyukur sebab dinyatakan sebagai kota yang siap menerapkan incenelator.
Palembang masuk ke dalam sekitar 10 kota yang akan menerapkan sistem ini. Diantaranya ada Jakarta, Solo, Surabaya juga Makasar. Dengan sistem ini, dipastikan dibutuhkan 1000 ton sampah sebagai bahan bakar energi listrik.
"Kita harus memastikan PLN mau membeli listrik yang dihasilkan nantinya sesuai dengan harga yang ditetapkan pusat," katanya. (Ara)
