![]() |
| Tampak seorang siswa SD Negeri 162 Palembang mendapati ruang kelasnya terendam banjir, (foto/net) |
PALEMBANG, SP
- Hujan deras mengguyur Kota Palembang sejak Rabu (18/12) malam hingga Kamis
(19/12) pagi mengakibatkan beberapa titik di Kota Palembang terendam banjir.
Belasan sekolah pun terdampak akibat hujan deras tersebut.
Seperti di salah satu Sekolah Dasa Negeri 162 Palembang. Akibat hujan deras
yang melanda, sebanyak 13 ruang kelas di sekolah ini lpuh total akibat direndam
banjir.
Pantauan dilapangan, banjir setinggi pinggang orang dewasa tampak menggenangi
sekolah yang berdiri di kawasan rawa, tepatnya berada Kelurahan Pipa Reja,
Kecamatan Kemuning Palembang.
Kepala SDN 162 Palembang, Nungcik mengatakan, ini
merupakan banjir tertinggi dari tiga kali banjir di tahun ini, terlebih kondisi
sekolah memang rendah sehingga mengakibatkan13 ruang kelas terendam banjir.
"Bisa dilihat sendiri bajir di sekolah ini hampir sepinggang orang dewasa,
kira-kira satu meter. Dengan kejadian ini terpaksa kita merumahkan siswa untuk
sementara," ujar Nungcik, Kamis (19/12/2019).
Sementara itu, Siti Fadilah yang merupakan siswa di SDN 162 Palembang kecewa
atas banjir yang melanda tempatnya mencari ilmu. "Tadi datang ke sekolah,
tapi ketika lihat ruangan kelas kami banjir jadi libur," ucapnya.
Di lokasi yang sama, Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning
Palembang, Rahman mengatakan, di wilayahnya memang sering terjadi banjir karena
kondisi tanah rendah.
"Kami berharap fasilitas umum seperti sekolah bisa diprioritaskan untuk
dilakukan perbaikan, sehingga jika hujan lebat mereka tetap bisa
bersekolah," tambahnya.
Rahaman juga menyebutkan, kendati terdapat kolam retensi di wilayahnya, namun
kolam retensi yang ada nyatanya tidak mampu menampung debit air yang tinggi
akibat hujan lebat.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bahrin
mengatakan, jika SD Negeri 162 Palembang menjadi salah satu sekolah yang
terdampak banjir karena hujan deras.
"Kami mengambil kebijakan bahwa sekolah yang terkena banjir dan tak
memungkinkan untuk belajar maka diperbolehkan merumahkan sementara
siswanya," jelasnya.
Dikatakan Bahrin, untuk mengantisipasi pergantian musim, seluruh kepala sekolah
yang lokasi sekolahnya termasuk daerah rawan banjir atau bencana alam untuk
siaga dan waspada.
"Semua barang dan dokumen penting agar diletakkan atau disimpan di tempat
yang aman," katanya.(dee)
