Notification

×

Tag Terpopuler

Wujudkan Ketahanan Pangan di Banyuasin, DKP Gelar Rakor

Friday, December 06, 2019 | Friday, December 06, 2019 WIB Last Updated 2019-12-06T05:04:39Z

BANYUASIN, SP - Mewujudkan ketahanan pangan di Bumi Sedulang Setudung, Dewan Ketahanan Pangan (DKP) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor)  di Hotel Wyndham Kelurahan Jakabaring Selatan Kecamatan Rambutan, Banyuasin, kemarin.

Hadir dalam Rakor tersebut yaitu Bupati Banyuasin H Askolani SH MH diwakili PJ Sekda Banyuasin Dr HM Senen Har,  S.IP MSi, Kepala Balai Besar POM di Palembang Dra Hardaningsih Apt MHSM, Manager HSE PT Perta Samtan Gas Martin,  Asisten I Setda Banyuasin Kosarudin,  Prof.Dr.Ir. Andy Mulyana, M.Sc Dekan Pertanian Unsri, Sekretaris Dinas (Sekdin) Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ir Ruzuan Efendi MM serta perwakilan OPD terkait lainnya. 

Sebelumnya juga dilaksanakan memorandum of understanding (MoU) antara PT Perta Samtan Gas Program CSR Ketahanan Pangan dengan Pemkab Banyuasin, serta MOU dengan BPOM Palembang terkait masalah Keamanan Pangan.

"Kegiatan ini bertujuan merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banyuasin," kata Bupati Banyuasin H Askolani SH MH diwakili PJ Sekda Banyuasin Dr HM Senen Har, SIP, M.Si, kemarin. 

Kemudian merumuskan arah program dan kegiatan yang mendorong semua anggota Dewan Ketahanan Pangan untuk ikut serta dan berperan aktif dalam mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banyuasin. "Semunya harus berperan serta, " kata dia, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banyuasin  Ir  Hj Anna Suzanna M.Si.

Selanjutnya mensinergikan kegiatan-kegiatan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan dan desa serta PKK. "Guna pencapaian Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin," terang dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu strategis, kebijakan, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin.

"Pastinya kesepahaman bersama antar OPD dan pihak terkait mengenai konsep, target pencapaian dan strategi pencapaian perwujudan Ketahanan Pangan di Kabupaten Banyuasin," ungkap dia.

Berbagai program dan kebijakan itu yaitu program antisipasi kerawanan pangan di Banyuasin,  program serasi (selamatkan rawa sejahterakan petani) yang dapat meningkatkan produktivitas padi.

Tidak kalah pentingnya,  ciptakan lumbung pangan dari tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan dan terakhir mendorong diversifikasi pangan di tingkat rumah tangga masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan  dengan budidaya tanaman sayuran, buah-buahan dan ternak. 

Diakuinya tantangan di bidang Ketahanan Pangan pada saat ini adalah isu kemiskinan, untuk Data tahun 2018 jumlah penduduk miskin sebesar 95.290 jiwa (11,32 %). "Mengalami penurunan  dari 14,47% tahun 2017," terang dia.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banyuasin terus mengalmi peningkatan selama kurun waktu 2010-2018, rata-rata selama kurun waktu tersebut ideks IPM mencapai 63,72 dengan rata-rata peningkatan sebesar 0,76.

Kasus gizi buruk, peristiwa kerawanan pangan selalu mendapat perhatian, khususnya dibidang ketahanan pangan melalui penanganan daerah rawan pangan melalui koordinasi OPD terkait. (Adm)
×
Berita Terbaru Update