Ini Pendataan, Belum Pasti Dapat Bantuan

Kepala Dinas Koprasi Kabupaten Lahat Yahya Edwar, SE, (foto/KH.Helmi)
LAHAT SP - Ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Lahat ikut terseret dampak penyebaran covid 19. Penurunan omset sangat dirasakan setelah aktivitas belajar mengajar dirumah, sektor hasil pertanian mengalami penurunan harga, dan banyaknya masyarakat khususnya buruh harian tidak bekerja. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koprasi Kabupaten Lahat Yahya Edwar, SE. MSI melalui sekretarisnya Ariyanto, S. SOS Rabu(16/4) di ruang kerjanya. 

"Ya, berdampak besar pada omset UKM. Contohnya penjualan makan di sekolah - sekolah terpaksa tutup akibat proses belajar mengajar di rumah guna pencegahan virus ini", Jelasnya. 

Saat ini, Dinas Koprasi Lahat sedang menindkalamjuti surat dari kementerian Perdagangan melakukan pendataan UKM yang terkena imbas penyeberangan covid 19 meski saat kondisinya di Kabupaten Lahat belum terdeteksi positif terkena pirus yang cukup menggelarkan banyak negara ini. 

"Sejauh ini instruksinya hanya melakukan pendataan. Terkait akan dapat bantuan atau tidak, saya belum dapat memastikan. Muda-mudahan hal ini memberikan dampak baik bagi semua UKM yang telah terdata sampai saat telah berjumlah 2800 dari Kades/Lurah dan banyak juga mendaftar sendiri", Ungkapnya kepada media ini. 

Data tersebut, sambungnya telah di kirim ke pihak kenterian Perdagangan. Saat ini masih menunggu intruksi selanjut terkait pendataan ynag telah dilakukan. 

"Waktunya pendataan sangat singkat. Jika ada informasi dari kementerian terkait pendataan segara ai sampaikan kepada semua UKM terkenal imbas bencana Non alam melanda banyak negara ini", himbaunya melalui Sumselpers. 

Sari warga perumahan Geria Rivai Desa Ulak Lebar Kecamatan Kota Lahat setiap hari mengisi gorengan di kantin sekolah tidak dapat berbuat apa-apa dengan kondisi saat ini. Dengan terpaksa, selama status penyebaran covid 19 masih terus berlanjut dan pelajar belajar dirumah menatap usahanya. 

"Ya pak, mau jual kemana. Biasanya saya mengisi kantin sekolah. Dengan keadaan seperti ini saya stop dulu sembari menunggu proses belajar berjalan seperti semudah", Katanya. 

Petani karet juga ikut merasakan dampak bencana yang termasuk katagori non alam ini. Harga karet ikut menurut dan banyak tokeh-tokeh membatasi pembelian getah dari masyarakat. 

"Saat ini kondisinya seperti itu, harga menurun melakukan penjualan juga sulit. Banyak pembeli stop terlebih dahulu membeli getah dari masyarakat". (KH. Helmi) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.