Calo SIM Palsu Didakwa Pasal Berlapis

Calo SIM Palsu, Budi Setiawan Jalani Sidang Perdana Melalui Teloconfrence, (foto/fly)
PALEMBANG, SP - Terdakwa, Budi Setiawan, (26), calo Surat Izin Mengemudi, (SIM), palsu di dakwa Jaksa Penuntut Umum, (JPU), Kejari Palembang dengan pasal berlapis. Saat digelar sidang perdana melalui teleconfrence, Kamis, (16/4).

Dihadapan majelis yang diketuai, Hakim Adi Prasetya, SH, MH, Jaksa Penuntut Umum, (JPU), Kejari Palembang, Ursula Dewi, SH, MH, mengungkapkan, perkara ini, terungkap, Januari 2020 bermula saat anggota kepolisian unit Regident Sat Lantas Polrestabes Palembang mencurigai SIM atas nama, Alimu Taufik Bin Sudarno yang akan melakukan peningkatan Surat Izin Mengemudi (SIM) dari SIM B-1 Umum menjadi Sim B-II Umum di Sat Lantas Polrestabes Palembang.

"Saat pengecekan registrasi online ternyata SIM B-I Umum milik Alimu Taufik Bin Sudarno tidak terdaftar". Kata, Ursula ketika membacakan surat dakwaan.

Setelah dilakukan interogasi maka diketahui, SIM tersebut dibuat tidak melalui jalur resmi, melainkan dari seseorang bernama Endang  selanjutanya, Endang mengoper ke Budi, (terdakwa), lalu, Budi mendelegasikan kembali dengan Erlangga, (berkas terpisah), dengan biaya Rp 300 ribu, dalam waktu 4 jam, SIM tersebut sudah selesai dan diserahkan dengan Alimu melalui Endang.

"Perbuatan terdakwa tersebut JPU menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 atau Subsider pasal 264 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP", ujar Ursula.

Terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya, Triasa SH dari Pos Bantuan Hukum membenarkan dakwaan itu serta tidak mengajukan pembelaan, (eksepsi) terhadapan dakwaan tersebut.

Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, majelis hakim kembali akan mengagendakan persidangan pada Kamis pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.(fly)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.