Pendapatan LRT Menurun Selama Covid-19

Kondisi LRT Saat Virus Covid-19 Melanda
PALEMBANG, SP - Terkait adanya wabah Virus Carona (Covid-19), pendapatan LRT Sumsel menurun, karena itu kebijakan dari pemerintah pusat agar membatasi dan mengurangi jam operasional, kata Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Rosita, saat diwawancara SumselPers  via ponsel, Selasa (14/4).

Menurutnya, penurunan tersebut, karena dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Menurunnya itu lantaran kita membatasi jam operasional dan frekuenai perjalanan LRT nya," bebernya.

Namun sejalan kebikan tersebut. Baik Pemkot dan Pemprov, sudah meliburkan beberapa aktivitas, seperti meliburkan sekolah, ASN, menerapkan WFH dan Mall, untuk mengurangi kegiatan nya.

Meski begitu , Balai Pengelola LRT dan juga PT KAI, tetap melayani masyarakat kota Palembang.

Terhitung pada 1 April 2020 kemarin, LRT beroperasi mulai pukul  08.39-17.27 WIB dengan total perjalanan 26 KA per hari, urainya

Selain itu, pihak pengelola LRT Sumsel juga sudah menerapkan beberapa kebijakan. 

Mulai dari Fasilitas/tanda/line masker untuk penerapan Social Distancing sudah dilaksanakan di Stasiun dan di dalam kereta LRT, penambahan fasilitas penumpang dan upaya pencegahan covid-19, memasang 26 hand sanitizer di seluruh sta lrt @ 2 botol (refil cad cukup utk 1 bulan), memasang 24 hand sanitizer di kereta lrt@3 buah per TS (refil cad cukup utk 1 bulan), penambahan handsoap di sta: toilet, wastafel/pantry staf, tempat wudlu, penyemprotan desinfektan di sta (18 - 20 maret), kereta lrt (11 maret dan 21 maret), ktr lrt (22 maret), tandasnya seraya juga menjelaskan,  bahwa penurunan penumpang masyarakat kota Palembang sudah mendukung kebijakan pemerintah. (zul)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.