Pulangkan Siswa, SMAN Sumsel Terapkan WFH

Siswa SMAN Sumsel. (foto:ist)
PALEMBANG, SP - Dalam  situasi sulit yang diakibatkan pandemi Corona saat ini, juga berimbas dalam segala aspek kehidupan, termasuk sekolah. Sebagai sekolah yang menerapkan pendidikan asrama, SMAN Sumsel menerapkan kebijakan untuk menerapkan pembelajaran di rumah masing-masing dan memulangkan siswa ke rumah masing-masing.

Plt Kepala SMAN Sumsel, Devi Mardhiyanti mengatakan, keputusan untuk memulangkan peserta didik ke rumah masing-masing mengacu pada kebijakan pemerintah provinsi terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“SMAN Sumsel menerapkan sistem work from home (WFH) bagi semua pendidik dan tenaga kependidikan dan study from home (SFH) bagi seluruh  perserta didik. Kebijakan WFH & SFH ini diambil berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Nomor: 420/3964/SMA.1/Disdik.SS/2020,” ungkapnya kepada Sumsel Pers, Rabu (15/4/2020).

Dijelaskannya, penerapan WFH dan SFH juga merupakan bentuk tanggang jawab SMAN Sumsel terhadap seluruh civitas akademika agar tetap sehat dan terhindar dari Covid-19.

“Sebelum pulang ke daerah masing-masing, peserta didik telah terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan tindakan pencegahan oleh perawat dan guru-guru SMAN Sumsel,’ terangnya.

Selain itu, ungkap Devi, siswa juga dipastikan membantu memberi pengertian kepada keluarga masing-masing untuk menjaga diri dari bahaya covid-19. 

“Peserta didik sudah dipulangkan kerumah masing-masing, sebelumnya mereka sudah mengkonsumsi vitamin C, dilakukan pengecekan suhu tubuh, dipastikan menggunakan masker dan hand sanitizer,” ucapnya. 

Tak hanya itu, jelas Devi, sebelum memasuki kendaraan, mobil disemprot disinfektan terlebih dahulu dan didalam mobil tersebut tidak ada penumpang lain selain peserta didik SMAN Sumsel dengan tujuan agar peserta didik tidak melakukan kontak dengan pihak dari luar sekolah/asrama. 

“Sekolah sudah memastikan mereka dalam keadaan aman hingga tiba dirumah,“ tegasnya. 

Dalam hal penerapan WFH (Work from Home), paparnya, sekolah menerapkan sistem piket, sehingga tetap ada karyawan yang datang kesekolah disetiap hari kerja. Sedangkan guru dan staf lainnya tetap bekerja dari rumah.

“Semua karyawan mengerjakan tugas sebagaimana biasanya dari rumah dan terus berkoordinasi dan berkomunikasi juga dari rumah. Jadwal rapat dengan guru dan staf tetap berjalan seperti biasa menggunakan metode daring,” ucapnya. (Kar)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.