Rp 22 Miliar Cover Penerima PBI

Iustrasi: Kantor Badan Pelayanan Jaminan Sosial Kesehatan, (foto/net)
PALEMBANG, SP -  Dinas Kesehatan Kota Palembang menyiapkan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk mengcover warga tak mampu menjadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus Astoni mengatakan, jika ada penurunan iuran BPJS Kesehatan tentu akan meringankan beban masyarakat dan juga beban anggaran untuk membayar iuran PBI. 

Dijelaskannya, tahun lalu pemkot menganggarkan telah melakukan hal yang sama dengan menganggarkan untuk penerima PBI sebesar Rp17 miliar.

"Sebelumnya sudah ada aturan integrasi dari program kesehatan milik pemerintah ke BPJS. Sejak beberapa tahun terakhir kita siapkan anggarannya sebesar Rp22 miliar untuk tahun ini," katanya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Palembang, ungkap Ayus, pada 2017 pihaknya menganggarkan Rp51 juta yang terealisasi 1.108 jiwa. Sedangkan 2018 dianggarkan Rp3,6 miliar terealisasi 34.784. Sementara 2019 dengan Rp16,99 miliar yang ditargetkan membiayai secara keseluruhan sebanyak 185 ribu orang.

Kendati demikian, ucapnya, saat sudah 96 persen masyarakat menjadi peserta. Dari seluruh masyarakat yang sudah menjadi peserta tersebut, menyisahkan puluhan ribu warga yang belum menjadi anggota BPJS Kesehatan yang berkategori warga tidak mampu.

"Jika tidak mampu, bisa mendaftar ke Dinsos untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan yang dicover pemerintah," katanya.

Meski masih ada masyarakat yang belum tercover, terang Ayus, tetap akan menjadi tanggungjawab pemerintah.

"Masyarakat diimbau agar pelayanan kesehatan secara gratis baik tingkat puskesmas maupun RS Bari dapat terus berjalan, baik masyarakat yang belum memiliki KIS maupun sudah punya," katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan verifikasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendata masyarakat yang belum masuk menjadi peserta. 

"Alhamdulillah tingkat puskesmas bisa melayani, begitu juga RS Bari siap mengcover karena mendapatkan jaminam," katanya.

Menurutnya, fasilitas ditingkat puskesmas sudah lengkap bahkan ada beberapa puskesmas yang melayani 24 jam serta rawat inap. Bila perlu ke depan, lanjutnya, pemerintah akan memberikan beasiswa untuk dokter agar memiliki skill yang lebih baik lagi dalam penanganan pasien. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.