Minim Perhatian Pemerintah, Pemulung TPA Sukawinatan Kian Terpuruk


- Poros Hijau Indonesia Sumsel Bagikan Masker Dan Paket Sembako

PALEMBANG, SP - Masa pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari dua bulan lamanya. Banyak warga yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama bagi pekerja informal. Salah satunya yang sepertinya luput dari perhatian adalah ratusan Kepala Keluarga (KK) yang bermatapencaharian sebagai pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) I Sukawinatan yang sangat berharap uluran tangan dari para dermawan. 

"Khusus yang di lingkup RT yang kami pimpin ini ada sekitar 250 KK yang menggantungkan pendapatannya dari memulung sampah. Yang kini harganya sangatlah turun drastis dari mulanya Rp2.000 perkilo kini cuma Rp300 per kilonya, terlebih di masa pandemi seperti sekarang membuat kondisi mereka kian terpuruk," ungkap Ketua RT 68/10 RW TPA I Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame, Somad dibincangi di sela-sela pembagian bantuan sembako bagi pemulung TPA Sukawinatan oleh aktivis lingkungan hidup yang tergabung di dalam Poros Hijau Indonesia Sumsel, Sabty (16/5). 

Terkait pandemi Covid-19, diakuinya sama sekali belum ada instansi pemerintah yang turun ke lokasi tersebut untuk memberikan edukasi terkait upaya pencegahan virus Corona ataupun memberikan bantuan kepada warga. 

"Bantuan sembako dari Poros Hijau Indonesia Sumsel perdana dan semoga bisa diikuti oleh para donatur yang lainnya. Termasuk ada perhatian dari pemerintah karena warga disini sangat rentan untuk penularan karena kondisi rumah lingkungan mereka yang bisa dikatakan jauh dari kata layak," imbuhnya. 

Sementara itu, Koordinator Daerah Poros Hijau Indonesia Sumsel, Chandra Anugrah menyebut pihaknya merasa sangat tersentuh melihat kondisi warfa di sekitar TPA Sukawinatan. Terlebih karena jumlah anak-anaknya disini hampir sebanding dengan orang dewasa. 

"Barangkali bantuan yang kami berikan ini belum dapat menjangkau kesemua warga disini. Tapi paling tidak kami berharap ini menjadi semacam stimulan bagi pihak-pihak lain untuk ikut mengulurkan tangannya membantu saudara-saudara kita pemulung disini juga membutuhkan bantuan untuk sekedar bertahan hidup," sebut Capung (sapaan karib Chandra Anugrah) yang di kesempatan itu mengaku menggelontorkan sebanyak 60 paket sembako yang terdiri dari beras dan makanan penunjang lainnya ini.(Fly)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.