Dana Pembebasan Lahan Flyover Sekip Capai Rp15 M

Ilustrasi Flyover Palembang. (foto:net)
PALEMBANG, SP
– Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar mengatakan, pembangunan flyover simpang sekip Palembang yang terletak di angkatan 66 Palembang masih terkendala proses pembebasan lahan.

Anwar mengatakan, pembebasan lahan menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Palembang tersebut diselesaikan pada 2019 dan proses pengerjaan fisik pada 2020.

"Kita beberapa kali melakukan konfirmasi, lahan yang harus dibebaskan seluas 7.400 meter persegi dengan anggaran mencapai Rp10-15 miliar," katanya.

Secara umum, flyover yang juga berada di Simpang Sekip Ujung ini tidak akan jauh berbeda dengan flyover sebelumnya. Flyover ini membentang sepanjang 456 meter mulai dari Basuki Rahmat hingga R Soekamto dengan lebar jembatan 22 meter.

"Belum bisa dibangun jika lahan belum clear. Beberapa kali bahan bangunan mau masuk tapi tidak bisa karena lahan," katanya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, mengenai pembebasan lahan Flyover Simpang Sekip, sebelumnya sudah disampaikan ke gubernur kenala-kendalanya.

Dijelaskannya, pada kawasan tersebut ada kantor milik pemerintah yakni Kantor Camat Kemuning yang sudah dipindahkan.

"Kantor itu akan dibongkar, ini sebagai bukti kita serius. Untuk ganti rugi lahan, karena kemampuan keuangan kita akan berkirim surat ke provinsi juga pusat, karena kita tidak mungkin jika sendiri," katanya.

Selain Flyover Simpang Sekip yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Palembang, kedepan direncanakan akan dibangunnya Underpass Simpang Charitas. Panjang pembangunan akan dilakukan mulai dari Kodam II Sriwijaya hingga Cinde. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.