Pemkot Palembang Lakukan Rasionalisasi PAD

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa
- Dari Rp 1,5 Triliun Jadi Rp 617 Miliar 

PALEMBANG, SP - Penyebaran wabah virus corona memaksa Pemerintah Kota Palembang untuk melakukan rasionalisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 617 miliar.

Tercatat hingga Juni ini penerimaan PAD Kota Palembang baru terealisasi Rp 300 miliar. Menyusul banyaknya sumber PAD yang tidak beroperasi selama pandemi Covid-19, antara lain  mall, hotel dan sektor usaha lainnya. 

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, rasionalisasi target PAD terpaksa dilakukan karena dipastikan akan kesulitan untuk merealisasikan target yang jumlahnya triliunan rupiah itu.

"Hingga bulan ini saja baru terealisasi sekitar Rp300 miliar. Agak pesimis tercapai. Untuk itu kami minta wajib pajak yang besar seperti BUMN yang potensial bayar pajak lebih dulu," katanya.

Menurut Dewa, melemahnya perputaran ekonomi di Kota Palembang mulai dirasakan sejak Maret lalu seiring dengan banyaknya perusahaan yang merumahkan karyawan.  

Disisi lain kata Dewa, anggaran untuk penanganan Covid-19 Kota Palembang cukup besar  mencapai Rp480 miliar. Jumlah yang cukup tinggi itu  bergantung sepenuhnya pada pendapatan daerah. Meski saat ini untuk penanganan Covid baru menggunakan anggaran Rp25 miliar. 

"Fisik anggaran itu tergantung pendapatan daerah. Karena potensi yang besar sudah bayar jadi kita akan menyisir dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) para pejabat Kota Palembang," katanya.

Ia mengatakan, anggaran Rp25 miliar tersebut digunakan untuk bidang kesehatan yakni Dinas Kesehatan dan  RS Bari. Seperti untuk penambahan tempat tidur dari 12 menjadi 50 dan pengadaan APD. Kemudian bidang UMKM, pembuatan masker kain di 107 kelurahan dengan memberdayakn 350 UMKM. 

"Bidang jaring pengaman sosial yakni pembelian sembako, dan perekonomian belum tergunakan karena harga sembako sejauh ini masih stabil," katanya. (Ara)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.