Perizinan Tidak Lengkap, Plaza Aldiron Cinde Mandek


PALEMBANG, SP
- Telah direncanakan dibangun sejak empat tahun lalu, Plaza Aldiron Cinde hingga kini belum menunjukkan progres signifikan. Bahkan, beberapa perizinan belum dilakukan sehingga Pemerintah Kota Palembang meminta klarifikasi pihak terkait pada Kamis mendatang.

Pasar Cinde sebelumnya merupakan pasar tradisional yang masuk ke dalam cagar budaya. Hanya saja, sebelum Asian Games direncanakan dibangun oleh pengembang PT Aldiron berupa pusat perbelanjaan (diantaranya pedagang eksisting), apartmen dan terintegrasi dengan LRT.

Kepala PD Pasar Palembang Jaya A Rizal mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) mempertanyakan perizinan Plaza Aldiron dan menunggu penuntasan sejumlah perizinan yang tak kunjung usai hingga saat ini. Sementara bangunan lama Pasar Cinde telah dibongkar.
"Ada sejumlah izin yang belum diurus, ini yang lagi kita tunggu jawaban dari mereka ke Pemkot Palembang pada Kamis mendatang, kita menunggu jawaban secara tertulis dari Aldiron soal kapan target menyelesaikan izin, dan kapan pembangunan akan dimulai," katanya usai melakukan rapat, Senin (20/7/2020).

Adapun sejumlah izin yang belum di urus, yakni IMB, Amdal, izin ketinggian bangunan, dan lainnya. Sebelumnya telah Aldiron telah melakukan pertemuan dengan DPMPTSP pada Desember 2019, dan kemudian pihaknya menerima alasan Aldiron 2020 terkendala Covid. 

"Seharusnya perizinan ini sudah selesai, tapi baru izin Lalin yang keluar Januari kemarin. Mereka harus memberikan target dua atau tiga bulan harus selesai," katanya.

Menurutnya, sesuai pembicaraan sebelumnya, pembangunan plaza tersebut akan dikebut menyelesaikan lantai 1 untuk 500-800 eksisting pedagang Pasar Cinde. "Untuk biaya sewa nanti sesui perwali dan pengelolaan pedagang eksisting akan dibicarakan antara pemprov dan pemkot," katanya.

Sementara itu pembangunan Plaza Aldiron Cinde ditentang sejumlah pihak. Penolakan ini telah diungkapkan dalam gerakan massa di depan Kantor Walikota Palembang, Senin (20/7/2020). Korak Gerakan Cinta Rakyat, Ruben Alkatiri mengatakan, pemerintah semestinya harus tegas atas pembangunan Pasar Cinde.

Dimana Pasar Cinde telah dibongkar sejak beberapa tahun terakhir namun sampai sekarang belum selesai dan terbengkalai. "PT Aldiron ini tidak komitmen untuk membangun kembali sehingga menimbulkan permasalahan di lingkungan Pasar Cinde," katanya.

Menurutnya, Pasar Cinde tidak layak dibangun pasar karena andalalin tidak memungkinkan membangun pasar di lokasi Cinde. "Kami meminta PT Aldiron hengkang karena tidak memberikan manfaat bagi warga dan Pemerintah Kota Palembang, terutama kesejahteraan masyarakat Kota Palembang," katanya. (Ara).

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.