MBU disebut Sebut Sebagai Duplikat SFC, ini Tanggapan Banur



PALEMBANG, SP
- Muba Babel United merupakan salah satu klub Liga 2 yang resmi marger menjadi klub asal Sumsel setelah sebelumnya bernama Babel United. 

Klub yang pernah bermarkas di Stadion Depati Amir Pangkal Pinang ini kini bermetamorfisis menjadi klub Liga 2 yang diperhitungkan namanya.

Jelas saja di arsiteki oleh sang juru taktik Bambang Nurdiasnyah yang merupakan pelatih syarat pengalaman,  ditangannya lah MBU sukses merajai peringkat klasmen grup Barat pada laga perdana maret lalu. 

Klub berjuluk Laskar Renggonang ini pula banyak di huni pemain berlabel Liga 1, seperti Bobby Satria, Airlangga Sucipto hingga pemain naturalisasi asal Nigeria Godstime Ouseloka Olisa.

Selain itu Muba Babel United juga sukses membawa putra daerah Sumsel seperti Ichsan Kurniawan,  Yogi Rahadian,  Riszky Dwi Ramadhana, Hafit Ibrahim, Amirul Mukminin,Robby Andika dan Aditia Wahyudi semakin membuat skuad MBU bak bernuansa Sriwijaya FC. 

Melihati perubahan ini wajar jika banyak publik atau fans Sriwjjaya FC menjuluki "MBU rasa SFC" artinya Muba Babel United dianggap sebagai duplikat Sriwijaya FC lantaran merekrut pemain lokal yang dilepas Sriwijaya FC musim lalu. 

Namun hal ini justru di bantah oleh Pelatih MBU Bambang Nurdiansyah,  eks skuad timnas di era 1980an ini menegaskan direkrutnya sejumlah pemain lokal eks Sriwijaya FC ini memang murni karena melihat kualitas individu pemain dan kebutuhan tim.

"Sekalipun kalau putra daerah tak bisa membawa kontribusi apakah kita pertahankan, jadi jangan begitu melihatnya,  pemain muda sangat kita harapkan untuk bergabung karena mereka adalah putra daerah, tapi apakah mereka sanggup untuk mengangkat nama daerah itu yang paling penting,"ujarnya, Rabu (2/9/2020).

"Jangan juga karena putra daerah kalau mereka belum pantas kita rekrut alangkah baiknya putra daerah kualitas itu yang kita butuhkan,  tapi ketika pemain tersebut kualitas dibawah apa kita mau paksakan, ya tentunya tidak begitu,"lanjutnya

Pria yang akrab sapa coach Banur ini juga mengungkapkan melihat dari hasil test kemampuan satu minggu kedepan, pihaknya tak menutup kemungkinan akan mengevaluasi pemain yang kurang berkontribusi meskipun statusnya merupakan putra daerah.

"Saya menilai tidak semua pemain lokal bagus performanya ada juga putra daerah yang belum mampu atau kurang bisa untuk bergabung di tim ini,"bebernya.

Seperti diketahui MBU sendiri mulai mematangkan persiapan untuk menyambut bergulurnya Liga 2 pada 17 Oktober mendatang, setelah mendatangkan tiga pemain, kini klub asuhan Banur ini tengah melakukan pengembalian kekuatan fisik usai lima bulan tak merumput karena terjedanya kompetisi akibat pandemi Covid-19. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.