Kompetisi Kembali Ditunda, Klub Rugi Besar

Manajer Muba Babel United, Achmad Haris, (foto/nis)

PALEMBANG, SP
- Penundaan kompetisi Liga 2 menjadi pukulan berat bagi semua klub baik Liga 1 maupun Liga 2 yang telah melakukan persiapan jauh-jauh hari jelang digelarnya kompetisi.


Namun setelah Polri mengeluarkan maklumat tidak memberikan izin kepada PT LIB dan PSSI untuk menggelar kompetisi ditengah Pandemi Covid-19 yang meningkat menyebabkan persiapan klub menjadi buyar.


Muba Babel United khususnya mengaku mengalami kerugian besar dengan ditundanya kompetisi menjadi November mendatang,  Manajer MBU Achmad Haris mengatakan pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar selama melakukan persiapan di Bumi Serasan Sekate tersebut. 


"Ya memang benar akibat penundaan ini semua kena imbasnya baik durasi kontrak pemain, maupun cost, untuk nominal kerugiannya sekitar Rp 5 miliar, termasuk untuk bayar catering, penginapan pemain, ujicoba dan lain-lain selama satu bulan setengah kita melakukan latihan,"ujar Haris, Senin (5/10/2020).


Hal yang sama dialami Sriwijaya FC, Dirtek PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Indrayadi mengatakan buntut dari tertundanya kompetisi pasti akan berdampak besar baik dari segi materi maupun moril.


Meskipun tak mengatakan secara detail nominal kerugian yang dialami klub berjuluk Laskar Wong Kito ini namun sudah tentu kerugian nominal cukupnya besar.


Apalagi usai terusir dari Wisma Atlet, Ambrizal dan kawan-kawan menempati hotel Majestic sebagai penginapan mereka,  dan tentunya dengan penundaan ini Indra mengatakan akan ada pembengkakan yang dialami klubnya tersebut. 


"Untuk kerugian dari sisi finansial tentu akan mengalami pembengkakan, belum lagi dihitung saat kompetisi di awal Maret lalu, kita sudah melakukan tour ke pulau Jawa untuk melakukan laga ujicoba, sudah pasti ada yang dikeluarkan, artinya kalau diakumulasi cukup besar,"

Karena itu kita minta kejelasan, karena klub tidak mudah mendatangkan pemain baru, belum lagi persoalan Argo yang tetap jalan,  sponsor juga pasti berfikir kembali, makanya kita berfikir mungkin ada cara untuk bisa menyurati PT Liga," kata Indra.


Selain finansial Indra juga mengaku para skuadnya sangat terpukul dengan adanya punandaan ini, ia tak menampik psikologi pemainpun ikut terganggu. 


"Secara psikologi sudah pasti terganggu, yang awalnya kita sudah mempersiapkan semuanya tiba tiba dihadapkan dengan situasi seperti ini, tentu ini menjadi pukulan berat bagi pemain,"lanjutnya.


Sementara itu berbeda dengan Muba Babel United yang telah mengambil tindakan dengan memulangkan para pemainnya selama empat hari,  Sriwijaya FC sendiri memutuskan untuk tetap stay di Palembang. 


"Kita memang memutuskan untuk tetap berada di Palembang tapi sekarang kita istirahatkan para pemain selama empat hari biar ga jenuh tapi liburnya libur aktif bukan pasif, kita bisa lakukan game internal, sekedar bermain bulu tangkis, tenis meja, bahkan kita akan coba agendakan memancing di pulau kemarau, jadi lebih happy liburannya,"ujar Pelatih Sriwijaya FC Budiarjo Thalib. (Nis) 

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.