Header Ads

Pasca Pasangan Ilyas Panji Alam-Endang Didiskualifikasi, Polisi Perketat Kantor KPU OI

Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, (foto/dor)

PALEMBANG, SP
- Pengamanan di sekitar Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Ilir (OI), mulai diperketat pasca KPU OI mendiskualifikasi agar pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana, Ilyas Panji Alam dan Endang Putra Utama.


Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengakui kalau pihaknya sudah menerjunkan 1 SSK Brimob dari OI dan 250 orang personil Polda Sumsel ditambah TNI 50 orang.


Mengenai pengamanan anggota KPU OI , menurut Kapolda sudah menjadi standar dari kepolisian harus seperti itu.


“ Masyarakat saya kira , itu sudah hasil keputusan tapi kan belum final masih ada upaya konstitusional, tolong diikuti jalur seperti itu dan masyarakat tetap tenang, karena masyarakat OI juga yang harus menjaga lingkungan sendiri agar tenang dan kami juga berusaha menjaga gangguan kamtibmas, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” katanya usai mengamankan ratusan massa buruh se Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam Gerakan Pekerja-Buruh Keadilan Sumatera Selatan (GEPBUK SS)  menggelar demo penolakan Undang- Undang (UU)  Omnibus Law Cipta Kerja menggelar demo di Jalan Pom XI Kampus Palembang sebelah Gedung DPRD Sumsel , Kamis (15/10).


Dan hingga kini situasi menurutnya masih kondusif dan pihak TNI dan Pemerintah Daerah terus monitor.


“ Kalau ada hal-hal atau aksi yang lebih  besar dan seterusnya kita akan menyiapkan semuanya dengan baik,” katanya. (DOR)

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.